IFA.id - Di tengah kehidupan semakin cepat dan penuh tantangan, banyak orang merasa terjebak dalam kecemasan tentang masa depan atau menyesali masa lalu. Namun, dalam Islam, kita diajarkan hidup di masa kini dengan penuh kesadaran dan berharap pada masa depan dengan penuh keyakinan.
Konsep di atas sangat terkait dengan prinsip mindfulness, merujuk pada kesadaran penuh dalam setiap tindakan dan pikiran kita lakukan, tanpa terbebani masa lalu atau kecemasan tentang masa depan.
Apa Itu Mindfulness?
Mindfulness adalah keadaan mental di mana seseorang sepenuhnya terfokus pada momentum saat ini, tanpa distraksi dari pikiran-pikiran tidak relevan atau kekhawatiran tentang masa depan atau penyesalan atas masa lalu. Dalam mindfulness, seseorang berusaha merasakan setiap detik dengan penuh perhatian dan tanpa penilaian.
Bagaimana Mindfulness Sesuai Ajaran Islam?
Islam mengajarkan kita selalu berfokus pada saat ini, melakukan segala sesuatu dengan penuh kesadaran, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Konsep ini sangat sejalan dengan praktik mindfulness mengajarkan kita menjaga hati tetap tenang, bersyukur atas apa ada, dan berserah diri kepada Allah tanpa terlalu khawatir tentang apa akan terjadi di masa depan.
Berikut delapan cara mengaplikasikan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan ajaran Islam.
1. Tawakal kepada Allah (Berserah Diri)
Tawakal adalah salah satu ajaran utama dalam Islam mendorong kita berusaha sebaik mungkin, namun pada akhirnya berserah diri kepada Allah dengan penuh keyakinan. Dalam konteks mindfulness, tawakal membantu kita melepaskan kecemasan tentang masa depan dan fokus pada tindakan di tangan kita saat ini.
Allah SWT berfirman, "Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada dapat mengalahkanmu; dan jika Dia membiarkanmu (tersembunyi), maka siapa dapat menolongmu setelah-Nya?" (QS. Al-Imran: 160)
Tawakal mengajarkan kita tetap berusaha dan berdoa, tetapi pada saat sama tidak terbebani hasilnya. Ini memungkinkan kita hidup di masa kini dengan tenang dan tidak terjebak dalam kecemasan tentang masa depan.
2. Bersyukur atas Apa yang Ada (Syukur)
Salah satu ajaran penting dalam Islam adalah bersyukur atas segala nikmat telah Allah berikan. Mindfulness dalam Islam mengajarkan kita menyadari dan menghargai setiap detik hidup dan apa kita miliki. Dengan bersyukur, kita akan lebih mudah menikmati hidup dan tidak terlalu terfokus pada hal-hal belum tercapai.
Allah SWT berfirman, "Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7)