Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Anxiety Attack: Begini Penanganan yang Tepat dalam Ajaran Islam

Darin Anastasia, Ifa.id
- Kamis, 16 Januari 2025 | 13:00 WIB
Ilustrasi Anxiety Attack  (Tangkap layar pinterest)
Ilustrasi Anxiety Attack (Tangkap layar pinterest)


Ifa.id -- 
Anxiety attack atau serangan kecemasan adalah kondisi yang semakin sering dialami banyak orang, baik di kalangan dewasa, remaja, maupun anak-anak.

Dalam istilah medis, anxiety attack adalah serangan mendalam berupa kecemasan yang berlebihan, yang bisa disertai dengan gejala fisik seperti sesak napas, detak jantung cepat, keringat berlebih, hingga perasaan takut atau khawatir yang tak terkendali.

Namun, dalam pandangan Islam, perasaan cemas atau gelisah ini bisa dilihat dalam konteks yang lebih luas, yakni sebagai bagian dari ujian hidup, dan ada berbagai cara untuk menghadapinya dengan pendekatan spiritual yang mendalam.

Baca Juga: Liburan Seru Awal Tahun! Tempat Wisata di Jakarta yang Wajib Dikunjungi

Islam mengakui bahwa manusia tidak bisa lepas dari perasaan cemas, khawatir, atau gelisah. Emosi seperti ini adalah bagian dari kehidupan manusia yang wajar, karena hidup penuh dengan ujian dan ketidakpastian.

Islam juga mengajarkan bahwa kecemasan berlebihan, terutama yang bisa merusak kesejahteraan fisik dan mental, perlu dikelola dengan bijaksana.

Dalam Islam, kecemasan bukanlah sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya, karena dalam dosis tertentu, kecemasan bisa menjadi motivator untuk berusaha lebih baik.

Baca Juga: Viral Fenomena Berburu Koin Jagat yang Meresahkan Hingga Rusak Fasilitas GBK

Tetapi, apabila kecemasan berubah menjadi ketakutan yang tak terkendali, hal itu bisa menjadi masalah yang perlu perhatian.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk tidak terlalu khawatir dengan masa depan dan apa yang akan terjadi, karena segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah.

Berlebihan dalam kecemasan bisa merusak ketenangan hati dan jiwa, dan Islam menawarkan solusi untuk mengelola perasaan tersebut.

Baca Juga: Wisata Religi Islam di Indonesia: Menelusuri Jejak Spiritual dari Sabang hingga Merauke

 

Dalam pandangan Islam, rasa cemas seringkali muncul dari ketidakpastian masa depan atau khawatir tentang hal-hal yang belum terjadi.

Oleh karena itu, prinsip pertama yang dapat membantu mengurangi kecemasan menurut ajaran Islam adalah keyakinan penuh kepada takdir Allah (qada’ dan qadar).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sedekah Jumat: Kisah Nyata yang Menggetarkan Hati

Jumat, 7 November 2025 | 16:50 WIB

Rahasia Pesantren Melahirkan Pemimpin Hebat Indonesia

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:18 WIB

Kisah Nyata: Hidup Berubah Setelah Rutin Sholat Dhuha

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16:01 WIB

Masjid Besar Gelar Salat Id Akbar, Jamaah Membludak

Jumat, 3 Oktober 2025 | 17:14 WIB

Kisah Nyata Pasangan Nikah Beda Agama, Bisa Bertahan?

Senin, 15 September 2025 | 12:41 WIB

Nikah Beda Agama: Antara Cinta dan Aturan Negara

Senin, 15 September 2025 | 11:27 WIB

Islamic Healing: Cara Islam Mengobati Luka Batin

Jumat, 18 April 2025 | 08:45 WIB

Bagaimana Islam Mengajarkan Mengatasi Kesepian?

Jumat, 18 April 2025 | 08:25 WIB

Puasa dan Manfaatnya bagi Kesehatan Mental

Rabu, 16 April 2025 | 20:55 WIB

Cara Rasulullah Menghadapi Rasa Sedih dan Kecewa

Rabu, 16 April 2025 | 20:35 WIB

Terpopuler

X