shihah

Menurut Islam: Qawlun Bila 'Amal, Tanda Orang Handal Suka Kasih Nasihat, Tapi Sulit Menerapkan Pada Diri Sendiri

Senin, 13 Januari 2025 | 14:31 WIB
Qawlun Bila 'Amal nasihat kepada orang. (Foto/Istimewa.)

IFA.id -- Dalam Islam, memberi nasihat adalah amalan yang mulia. Namun, ada kalanya seseorang handal memberikan nasihat kepada orang lain, tetapi kesulitan untuk menerapkannya dalam kehidupannya sendiri.

Fenomena ini sering disebut dengan istilah qawlun bila 'amal (ucapan tanpa tindakan). Islam telah memberikan peringatan mengenai pentingnya konsistensi antara nasihat yang diberikan dengan perbuatan.

Berikut adalah 7 tanda yang menunjukkan orang yang pandai memberi nasihat, namun sulit mengamalkannya pada dirinya sendiri menurut Islam:

Baca Juga: Ini Ciri Pemimpin atau Atasan Toxic Menurut Ajaran Islam, Kenali Psikologisnya

1. Mengabaikan Nasihat untuk Diri Sendiri

Allah SWT berfirman: "Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?" (QS. Al-Baqarah: 44). Ayat ini memperingatkan bahwa memberikan nasihat kepada orang lain tanpa introspeksi diri adalah bentuk kelalaian.

2. Berfokus pada Kekurangan Orang Lain

Orang yang pandai memberi nasihat sering kali terlalu sibuk menunjukkan kesalahan orang lain tanpa menyadari kelemahan dirinya.

Rasulullah SAW bersabda, "Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya" (HR. Abu Dawud). Fokus seharusnya diarahkan pada perbaikan diri sebelum memperbaiki orang lain.

3. Tidak Memiliki Keteladanan

Islam sangat menekankan pentingnya keteladanan dalam perilaku. Rasulullah SAW dikenal sebagai uswatun hasanah (teladan yang baik).

Jika seseorang hanya berbicara tanpa menunjukkan tindakan nyata, maka nasihatnya kehilangan kekuatan.

Baca Juga: Ciri Kepribadian Muslim Lewat Nada Suara Tinggi, Rendah, Keras, atau Lembut

4. Merasa Paling Benar

Sikap merasa paling benar dan tidak mau menerima kritik adalah salah satu tanda seseorang kesulitan menerapkan nasihat pada dirinya sendiri.

Dalam Islam, kesombongan seperti ini sangat dikecam. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi" (HR. Muslim).

5. Menganggap Nasihat Sebagai Formalitas

Memberikan nasihat sering kali dilakukan hanya untuk memenuhi kewajiban sosial, bukan karena keikhlasan.

Padahal, Allah SWT menilai niat seseorang dalam setiap perbuatan: "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya" (HR. Bukhari dan Muslim).

Halaman:

Tags

Terkini

Sedekah Jumat: Kisah Nyata yang Menggetarkan Hati

Jumat, 7 November 2025 | 16:50 WIB

Rahasia Pesantren Melahirkan Pemimpin Hebat Indonesia

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:18 WIB

Kisah Nyata: Hidup Berubah Setelah Rutin Sholat Dhuha

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 16:01 WIB

Masjid Besar Gelar Salat Id Akbar, Jamaah Membludak

Jumat, 3 Oktober 2025 | 17:14 WIB

Kisah Nyata Pasangan Nikah Beda Agama, Bisa Bertahan?

Senin, 15 September 2025 | 12:41 WIB

Nikah Beda Agama: Antara Cinta dan Aturan Negara

Senin, 15 September 2025 | 11:27 WIB

Islamic Healing: Cara Islam Mengobati Luka Batin

Jumat, 18 April 2025 | 08:45 WIB

Bagaimana Islam Mengajarkan Mengatasi Kesepian?

Jumat, 18 April 2025 | 08:25 WIB

Puasa dan Manfaatnya bagi Kesehatan Mental

Rabu, 16 April 2025 | 20:55 WIB

Cara Rasulullah Menghadapi Rasa Sedih dan Kecewa

Rabu, 16 April 2025 | 20:35 WIB