IFA.id – Pernahkah mendengar istilah wisata halal? Beberapa tahun terakhir, istilah ini semakin populer, bukan hanya di negara mayoritas Muslim, tapi juga di destinasi global. Wisata halal tak sekadar tentang perjalanan, melainkan tentang pengalaman liburan yang ramah bagi kebutuhan umat Islam.
Baca Juga: Wisata Halal Religi Islam, Tren Baru Umat Milenial
Secara sederhana, wisata halal adalah konsep perjalanan yang memastikan kebutuhan spiritual dan gaya hidup Muslim terpenuhi. Mulai dari makanan halal, fasilitas ibadah, hingga aktivitas rekreasi yang sesuai syariah.
Baca Juga: Rahasia Kehebatan Syekh Nawawi al-Bantani, Ulama Nusantara yang Diakui Dunia
Wisata halal bukan berarti membatasi, melainkan memperkaya. Destinasi wisata halal biasanya menyediakan restoran bersertifikat halal, hotel dengan fasilitas mushola, hingga paket wisata religi yang membawa wisatawan mengenal sejarah Islam.
Baca Juga: Zakat Penghasilan 2025: Nishab, Wajib, Cara Hitung, dan Potensinya
Contoh destinasi wisata muslim
-
Turki: Perpaduan sejarah Islam dan modernitas. Masjid Biru, Hagia Sophia, hingga kuliner kebab halal jadi daya tarik utama.
-
Malaysia: Negara dengan branding kuat sebagai destinasi halal-friendly. Hotel, mal, dan restoran terintegrasi dengan sertifikasi halal.
-
Spanyol (Andalusia): Wisata sejarah Islam yang megah, dari Masjid Cordoba hingga Alhambra.
-
Jepang: Meski bukan negara Muslim, Jepang berkembang pesat dengan restoran halal dan mushola di bandara serta pusat perbelanjaan.
Baca Juga: Zakat Penghasilan di Era Digital: Influencer, YouTuber, dan Content Creator