Kamis, 4 Juni 2026

Ekonomi Syariah & Wisata Halal: Masa Depan Pariwisata Dunia

- Senin, 1 September 2025 | 15:54 WIB

IFA.id– Pernahkah terpikir bahwa perjalanan wisata bisa jadi motor penggerak ekonomi syariah global? Bukan hanya soal destinasi, tetapi tentang bagaimana sebuah perjalanan mampu menciptakan ekosistem halal yang berkesinambungan.


Pariwisata Halal: Lebih dari Sekadar Tren
Wisata halal bukan sekadar menyediakan makanan halal atau tempat ibadah di destinasi populer. Lebih dari itu, ia adalah bagian dari ekonomi syariah yang tumbuh pesat.

Data Global Muslim Travel Index (GMTI) 2024 mencatat, pengeluaran wisatawan Muslim diperkirakan menembus US$ 225 miliar pada 2028. Angka ini menjadikan sektor halal travel sebagai salah satu mesin utama dalam ekonomi syariah.


IFA.id mencatat, perkembangan ini bukan hanya soal memenuhi kebutuhan spiritual, tetapi juga peluang bisnis yang berkelanjutan. Negara-negara non-Muslim seperti Jepang, Korea, bahkan Inggris mulai berlomba mengadopsi standar wisata halal.

Baca Juga: Sejarah Maulid Nabi dari Awal Islam ke Nusantara

Indonesia: Pusat Wisata Halal Asia
Indonesia sendiri masuk dalam jajaran destinasi wisata halal terbaik dunia, bersanding dengan Malaysia dan Arab Saudi.

Lombok, Aceh, dan NTB berhasil menyabet penghargaan di World Halal Tourism Awards beberapa tahun terakhir. Hal ini selaras dengan target pemerintah yang menempatkan ekonomi syariah sebagai pilar pertumbuhan baru.

Menurut Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), sektor pariwisata halal bisa menjadi katalis utama bagi UMKM, hotel syariah, transportasi, hingga fintech berbasis syariah.

Baca Juga: Sholawat dan Dakwah Online, Gaya Baru Merayakan Maulid Nabi


Koneksi Ekonomi Syariah & Wisata Halal
Bayangkan sebuah perjalanan ke Lombok: wisatawan Muslim menginap di hotel syariah, menikmati kuliner halal lokal, menggunakan aplikasi travel halal untuk booking, dan membayar dengan e-wallet syariah.

Semua rantai ini adalah bagian dari ekosistem ekonomi syariah. IFA.id melansir, inilah alasan mengapa pariwisata halal tidak bisa dipisahkan dari ekonomi syariah.

Ia menjadi jembatan antara sektor riil (perjalanan, kuliner, hotel) dengan sektor keuangan (perbankan syariah, fintech halal, asuransi syariah).


Gen Z: Motor Baru Wisata Halal
Faktor lain yang mempercepat pertumbuhan adalah generasi muda Muslim. Menurut laporan Pew Research Center, populasi Muslim dunia akan mencapai 3 miliar pada 2060, dengan dominasi generasi muda.

Baca Juga: Doa yang Digantikan Scroll

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X