ibrah

Fakta Kurma dalam Hadis: Antara Ibadah dan Gizi

Senin, 24 November 2025 | 12:40 WIB
Kurma: sunnah yang menyehatkan, gizi yang menguatkan. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Ada satu momen kecil yang sering diceritakan dalam kajian kisah Nabi. Seorang sahabat pernah melihat Rasulullah tampak letih setelah perjalanan jauh, lalu diberi beberapa butir kurma. Setelah memakannya, ekspresi beliau berubah lebih segar.

IFA.id mencatat, adegan sederhana itu bukan hanya gambaran kedekatan para sahabat dengan Nabi, tapi juga pintu masuk pada banyak hikmah tentang kurma dalam Islam.

Sunnah makan kurma bukan sekadar ritual. Dalam banyak hadis, kurma muncul sebagai simbol kebaikan, sumber energi, bahkan bagian dari identitas umat yang menjunjung kesederhanaan sekaligus kesehatan.

Artikel ini mengajak menelusuri ulang apa saja fakta kurma dalam hadis, bagaimana kaitannya dengan ibadah, dan mengapa dunia modern justru menguatkan pesan yang sudah disampaikan Nabi lebih dari 14 abad lalu.

Baca Juga: Sunnah Berbuka dengan Kurma, Apa Hikmahnya?

Kurma dalam Dua Kalimat Pertama Hadis-Hadis Nabi

Kata kunci kurma selalu muncul dalam satu hingga dua kalimat pertama banyak hadis yang membahas gizi, kesehatan, dan adab makan. IFA.id merangkum setidaknya tiga tema besar yang paling sering dikutip.

Pertama, kurma sebagai makanan pembuka. Hadis terkenal dalam Sunan Abu Dawud menyebutkan bahwa Rasulullah suka berbuka puasa dengan beberapa butir kurma sebelum salat Maghrib.

Pesan ini terlihat sederhana, tetapi mengandung pelajaran penting: tubuh membutuhkan pemulihan cepat setelah puasa panjang.

Kedua, kurma sebagai makanan utama keluarga. Dalam Shahih Muslim, Aisyah menyebutkan bahwa rumah Nabi seringkali tidak memiliki makanan lain selain kurma dan air.

Baca Juga: Kurma Ajwa: Keistimewaan yang Disebut Nabi

Kalimat itu memberi gambaran betapa kurma bukan sekadar makanan, namun bagian dari ritme hidup masyarakat Madinah waktu itu.

Ketiga, kurma sebagai perlindungan. Hadis tentang kurma Ajwa yang terkenal, diriwayatkan oleh Bukhari, menyebutkan: “Barangsiapa makan tujuh butir kurma Ajwa pada pagi hari, maka hari itu ia tidak akan terkena sihir ataupun racun.”

Banyak ulama menafsirkan ini sebagai bentuk perlindungan spiritual sekaligus isyarat bahwa ada kandungan yang bermanfaat bagi tubuh.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB