Kamis, 4 Juni 2026

Fakta Kurma dalam Hadis: Antara Ibadah dan Gizi

- Senin, 24 November 2025 | 12:40 WIB
Kurma: sunnah yang menyehatkan, gizi yang menguatkan. (Foto/Ilustrasi)
Kurma: sunnah yang menyehatkan, gizi yang menguatkan. (Foto/Ilustrasi)

Bagaimana dengan kurma Ajwa? Meski penelitian ilmiah tentang keistimewaan spesifik Ajwa masih berkembang, beberapa studi dari Universitas King Saud mencatat bahwa Ajwa memiliki komposisi polifenol yang cukup tinggi, sehingga sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan imunitas.

Tidak ada satu pun penelitian yang menyatakan bahwa kurma bisa menggantikan pengobatan, tetapi sains menunjukkan bahwa pesan Nabi tentang manfaat kurma tidak berseberangan dengan fakta ilmiah.

Justru sebaliknya, hadis-hadis itu seolah mengawali perbincangan panjang tentang gizi yang hari ini menjadi bagian penting dunia kesehatan.

Baca Juga: Rahasia Sunnah Kurma Pagi yang Jarang Dibahas

Kurma sebagai Energi Spiritual dan Emosional

Kurma tidak hanya menguatkan tubuh. Dalam perjalanan sejarah Islam, kurma sering tampil sebagai penguat emosi.

IFA.id menemukan dalam beberapa riwayat bahwa ketika para sahabat mengalami kesedihan atau kelelahan, kurma menjadi pilihan sederhana untuk meningkatkan semangat.

Dalam konteks kehidupan modern yang serba cepat, kurma bisa menjadi jeda kecil dalam hari yang padat. Seperti sebuah kebiasaan ringan: mengambil satu atau dua butir kurma sebelum memulai pekerjaan atau saat merasa kepala penuh.

Momen kecil itu mengingatkan pada ketenangan, pada ritme sederhana yang pernah dicontohkan Nabi.

Baca Juga: Momentum Hijrah: Bismillah Kembali Jadi Pembuka Setiap Langkah

Kurma juga punya nilai emosional bagi banyak jemaah haji dan umrah. Setiap kali seseorang memakan kurma di tanah suci, ada semacam rasa rindu yang sulit dijelaskan.

Buah ini membawa ingatan pada perjalanan spiritual yang mendalam, seolah membawa suasana Makkah atau Madinah dalam satu gigitan kecil.

Pentingnya Makan Kurma Secara Bijak

Meskipun kurma menyehatkan, IFA.id menekankan pentingnya memakannya secara bijak. Kurma tetap mengandung gula alami yang cukup tinggi. Mengonsumsinya secara berlebihan tentu tidak disarankan bagi orang dengan kondisi tertentu seperti diabetes.

Namun ketika dikonsumsi sesuai sunnah, misalnya tiga butir untuk berbuka, kurma menjadi makanan yang seimbang. Cukup memberikan energi tanpa membuat tubuh terlalu kenyang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X