ibrah

Apakah Kurma Bisa Jadi Obat? Pandangan Islam

Senin, 24 November 2025 | 12:07 WIB
Keistimewaan kurma dalam Islam tidak hanya pada rasanya yang manis, tetapi manfaatnya yang luas bagi tubuh dan jiwa. Sebuah sunnah yang terus relevan sepanjang zaman. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id – Ada satu pertanyaan yang sering muncul ketika membahas kurma, terutama ketika banyak hadis Nabi Muhammad menyebut makanan kecil berwarna cokelat ini sebagai sesuatu yang bernilai lebih dari sekadar buah. Pertanyaannya sederhana: apakah kurma benar bisa menjadi obat?

Pertanyaan itu muncul bukan tanpa alasan. Dalam banyak riwayat, kurma disebut sebagai makanan penuh keberkahan, bahkan menjadi bagian dari pengobatan Nabi.

Tetapi bagaimana maknanya? Apakah kurma benar-benar bisa menjadi obat dalam arti medis? Atau ada pemahaman lain di balik penyebutan itu?

IFA.id mencoba merangkumnya dengan pendekatan yang hangat, naratif, serta tetap berpijak pada sumber tepercaya, agar pembahasannya tidak hanyut ke mitos tetapi juga tidak menafikan hikmah yang sudah diajarkan sejak berabad-abad lalu.

Baca Juga: 7 Manfaat Kurma Menurut Islam dan Sains Modern

Kurma Muncul dalam Banyak Hadis Terkait Pengobatan

Di antara semua jenis kurma, Kurma Ajwa mendapat perhatian paling besar dalam literatur Islam. Nabi Muhammad menyebut bahwa siapa pun yang makan tujuh butir kurma Ajwa pada pagi hari, maka ia akan terlindungi dari racun dan sihir pada hari itu (HR. Bukhari).

Banyak yang kemudian menafsirkannya sebagai tanda bahwa kurma adalah obat untuk segala penyakit.

Namun ulama mengingatkan bahwa hadis tersebut berada dalam ruang konteks: kondisi geografis Madinah, budaya makan masyarakat kala itu, serta karakter kurma Ajwa yang tumbuh di wilayah tertentu.

IFA.id melihat bahwa pemahaman “obat” dalam hadis tidak selalu identik dengan istilah medis modern. Nabi kerap menyebut “obat” dalam arti yang lebih luas: penguat tubuh, penjaga stamina, dan makanan yang mendukung kesehatan masyarakat di daerah gurun.

Baca Juga: Mengapa Nabi Sangat Menganjurkan Makan Kurma?

Maka ketika Nabi menyebut kurma sebagai obat, terdapat lapisan makna yang tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial dan budaya Arab pada masa itu.

Kurma Sebagai Makanan Pokok yang Menguatkan Tubuh

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB