Kamis, 4 Juni 2026

Apakah Kurma Bisa Jadi Obat? Pandangan Islam

- Senin, 24 November 2025 | 12:07 WIB
Keistimewaan kurma dalam Islam tidak hanya pada rasanya yang manis, tetapi manfaatnya yang luas bagi tubuh dan jiwa. Sebuah sunnah yang terus relevan sepanjang zaman. (Foto/Ilustrasi)
Keistimewaan kurma dalam Islam tidak hanya pada rasanya yang manis, tetapi manfaatnya yang luas bagi tubuh dan jiwa. Sebuah sunnah yang terus relevan sepanjang zaman. (Foto/Ilustrasi)

Jika dilihat dari sisi nutrisi, kurma memang istimewa. Tinggi serat, kaya mineral seperti kalium dan magnesium, serta mengandung gula alami yang tidak membahayakan selama dikonsumsi dengan porsi wajar.

Bukankah masuk akal jika makanan bernutrisi padat ini disebut sebagai penguat tubuh? Apalagi di tengah kerasnya iklim gurun, kurma dapat menjadi sumber energi cepat sekaligus memberi rasa kenyang yang lebih stabil.

IFA.id mencatat bahwa dalam beberapa literatur sejarah, kurma menjadi bahan pangan yang paling mudah disimpan, tahan lama, dan tetap layak konsumsi meski tanpa teknologi pengawet.

Baca Juga: Rahasia Sunnah Kurma Pagi yang Jarang Dibahas

Sifat ini membuat kurma bukan hanya sekadar buah, tetapi solusi bertahan hidup di tengah keterbatasan makanan.

Dalam kondisi seperti itu, tak heran bila kurma disebut sebagai obat, sebab ia memang “menyembuhkan” kelelahan, mengembalikan energi, dan menjaga tubuh tetap bugar.

Pengobatan Nabi: Antara Spiritual dan Kesehatan Fisik

Dalam pembahasan thibbun nabawi (pengobatan Nabi), kurma bukan hanya makanan tetapi juga bagian dari pendekatan holistik. Nabi mengajarkan bahwa kesehatan mencakup fisik, jiwa, dan hubungan dengan Tuhan.

Ada hadis yang menceritakan tentang ruqyah ketika seseorang mengalami gangguan tertentu, dan sebagian ulama mengaitkan praktik itu dengan konsumsi kurma Ajwa.

Baca Juga: Momentum Hijrah: Bismillah Kembali Jadi Pembuka Setiap Langkah

Kurma bukan hanya dianggap sebagai pangan, tetapi penyeimbang ruhani. Ia hadir sebagai bagian dari ekosistem ibadah dan pengobatan.

Hal ini membuat pengertian “kurma sebagai obat” semakin luas. Bukan hanya karena kandungan gizinya, tetapi karena posisinya sebagai makanan yang dipandang membawa keberkahan bagi yang memakannya.

IFA.id menemukan bahwa pemahaman seperti ini masih relevan hari ini. Banyak orang yang merawat kesehatan mental dengan makanan bernutrisi, pola hidup baik, dan penguatan spiritual. Kurma hadir di titik temu tersebut.

Pandangan Ilmiah Modern: Kurma Memang Punya Efek Terapeutik

Jika hadis dan tradisi Islam menempatkan kurma sebagai obat dalam berbagai konteks, bagaimana pandangan sains modern?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X