ibrah

Tradisi Walimatu Safar di Nusantara: Sejarah, Kebiasaan, dan Perubahannya

Sabtu, 22 November 2025 | 13:25 WIB
Walimatu Safar di Nusantara: Dari masa lalu hingga kini, sebuah tradisi yang terus berevolusi. (Foto/Ilustrasi)

Beberapa keluarga muda mengemas walimatu safar dengan cara yang lebih ringkas, misalnya:

• mengundang ustaz untuk membacakan doa di rumah
• kumpul keluarga dengan sedikit jamuan ringan
• bahkan cukup membuat sesi doa sebelum menuju bandara

IFA.id melihat bahwa perubahan ini tidak menghilangkan makna, melainkan menyesuaikan tradisi dengan ritme hidup modern.

Baca Juga: Kesehatan Mental Santri & Muslim Muda: Tantangan Baru Zaman Ini

Makna Sosial yang Tetap Relevan

Di tengah kehidupan yang semakin cepat, tradisi walimatu safar punya fungsi yang jarang dibicarakan: ia mengikat kembali hubungan antaranggota keluarga dan tetangga.

Ketika seseorang hendak merantau, pastilah ada rasa takut, cemas, dan harapan. Melalui walimatu safar, masyarakat menciptakan ruang untuk saling menguatkan.

Orang yang bepergian merasa didukung, sementara keluarga yang ditinggalkan merasa telah melepas dengan doa. Ada rasa tenang yang lahir dari kebiasaan ini.

IFA.id mencatat bahwa walimatu safar bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga ruang untuk memperbaiki hubungan. Tak jarang seseorang meminta maaf pada keluarga sebelum pergi, memastikan tidak ada ganjalan sebelum melangkah menuju wilayah baru.

Baca Juga: Mengapa Haji Jadi Puncak Penyucian Diri?

Tradisi yang Terus Menemani Perjalanan

Walimatu safar adalah bukti bahwa Islam di Nusantara tumbuh dalam harmoni dengan budaya lokal. Ia bukan kewajiban, tetapi menjadi tradisi yang membawa banyak kebaikan sosial dan spiritual.

Tradisi yang mengingatkan bahwa setiap perjalanan, betapa pun modernnya dunia hari ini, tetap membutuhkan doa, restu, dan kebersamaan.

IFA.id melihat bahwa walimatu safar akan terus berubah, menyesuaikan zaman, tetapi maknanya tidak akan hilang: sebuah momen yang membuat setiap langkah terasa lebih ringan.

Baca Juga: Ketika Cemas Datang, Begini Cara Islam Menenangkannya

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB