Di balik seluruh perdebatan hukum, ada makna spiritual yang sering kali terabaikan. Perpisahan adalah momen refleksi.
Apa yang sudah dilakukan?
Baca Juga: Haji, Perjalanan yang Membersihkan Hati
Apa yang belum diperbaiki?
Apakah ada hati yang perlu disembuhkan?
IFA.id melihat bahwa walimatu safar sering menjadi ruang penyembuhan kecil bagi keluarga. Ketika seseorang hendak berangkat jauh, ada kerendahan hati yang muncul. Ada kesadaran bahwa perjalanan selalu membawa risiko. Kesadaran ini mengembalikan manusia kepada doa.
Dan doa adalah inti dari hubungan manusia dengan Tuhannya.
Mungkin inilah alasan mengapa banyak masyarakat tetap mempertahankan walimatu safar. Bukan karena ritualnya, tetapi karena momen itu mempertemukan manusia dengan kehangatan keluarga dan doa-doa yang tulus.
Boleh, dengan Catatan
IFA.id menyimpulkan beberapa poin penting dari penjelasan ulama:
Baca Juga: Seni Mencintai Diri dalam Islam tanpa Jadi Egois
Walimatu safar hukumnya mubah, boleh dilakukan.
Tidak boleh diyakini sebagai ibadah khusus atau sunnah tertentu.
Isi acaranya harus sederhana dan bernilai kebaikan.
Jangan sampai menjadi ajang gengsi atau pemborosan.