Baca Juga: Dampak Spiritual Haji yang Jarang Dibahas
Kapan Walimatu Safar Menjadi Tidak Dianjurkan?
Meskipun mubah, ada beberapa kondisi yang membuat tradisi ini tidak dianjurkan:
Pertama, ketika seseorang menjadikannya wajib. Ini melanggar prinsip syariat.
Kedua, ketika acara diisi pemborosan. Perjalanan adalah momen penting, tetapi membuat pesta besar tanpa manfaat bukanlah tuntunan agama.
Ketiga, ketika tujuan acara bergeser dari doa dan kebersamaan menjadi gengsi. IFA.id mencatat beberapa kasus:
ada keluarga yang merasa wajib mengundang banyak orang, ada yang memaksakan hidangan mahal agar tidak tampak “kalah” dari tetangga. Sikap ini tentu jauh dari esensi walimatu safar.
Keempat, acara diisi praktik yang tidak sesuai syariat. Misalnya, hiburan berlebihan, campur baur tanpa batas, atau keyakinan mistis tertentu. Ini jelas keluar dari kaidah Islam.
Baca Juga: Keutamaan Haji dalam Menyatukan Umat
Selama walimatu safar dijaga agar tetap sederhana, tulus, dan berisi doa kebaikan, maka ia tetap berada pada jalur yang benar.
Apakah Walimatu Safar Termasuk Sunnah?
Jawabannya jelas: tidak.
Tidak ada dalil khusus dari Rasulullah yang menjelaskan ritual walimatu safar. Karena itu, tidak boleh dianggap sebagai sunnah khusus yang memiliki pahala tertentu.
Tetapi apakah berkumpul sebelum safar adalah hal yang baik? Banyak ulama mengatakan ya, selama tidak dianggap ibadah khusus, melainkan bagian dari budaya positif.
Makna Spiritual di Balik Tradisi Ini
Artikel Terkait
Cara Islam Menguatkan Mental di Tengah Hidup yang Berat
Mengapa Dzikir Jadi Terapi Mental Paling Menenangkan?
Membangun Self-Healing ala Islam yang Lebih Membumi