Fiqih halal mengajarkan kaidah sederhana: sesuatu yang asalnya halal bisa menjadi syubhat jika prosesnya mengandung unsur yang belum jelas. IFA.id memandang prinsip kehati-hatian ini sangat relevan di era kuliner cepat seperti sekarang.
Baca Juga: Air Zamzam: Sumber Keberkahan yang Tak Pernah Kering Menurut Perspektif Islam
Boba: Manis, Kenyal, tetapi Bagaimana Hukumnya?
Boba adalah topping yang membuat minuman kekinian semakin menarik. Secara umum, boba terbuat dari tepung tapioka. Bahan dasar ini halal. Namun lagi-lagi, permasalahan muncul dari komponen tambahan seperti perisa, pewarna, atau gelatin.
Sebagian produsen boba menggunakan gelatin untuk menjaga tekstur kenyal dan stabilitas bahan. Jika gelatinnya berasal dari sumber halal, maka hukumnya juga halal. Tetapi jika berasal dari babi atau hewan yang tidak disembelih sesuai syariat, maka jelas dilarang.
Menariknya, banyak brand boba internasional kini mengincar pasar Muslim, sehingga lebih banyak produk yang mulai menggunakan gelatin halal. Namun tidak semua pelaku usaha kecil memperhatikan hal ini.
Pada titik inilah konsumen perlu memahami bahwa sikap selektif bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan bagian dari etika konsumsi dalam Islam.
Baca Juga: Benarkah Semua Produk Viral Itu Halal?
IFA.id mencatat bahwa di sejumlah fatwa kontemporer, ulama menekankan pentingnya memastikan status gelatin karena posisinya sangat krusial dalam menentukan kehalalan produk modern.
Dessert Box dan Kue Viral: Antara Kreativitas dan Kepastian Halal
Industri dessert box berkembang sangat pesat. Produk rumahan bermunculan dengan beragam varian: tiramisu, regal, red velvet, hingga dessert choco crunch yang sempat viral. Sayangnya, kreativitas ini tak selalu dibarengi edukasi halal yang memadai.
Tantangan terbesar dessert box adalah penggunaan bahan impor, seperti cream cheese, whipping cream, mascarpone, gelatin, dan cokelat premium. Banyak dari produk tersebut berasal dari brand luar negeri yang belum tentu memiliki sertifikasi halal.
IFA.id menilai bahwa edukasi halal bagi UMKM menjadi isu penting. Banyak produsen sebenarnya tidak berniat menggunakan bahan haram, hanya saja kurang memahami sumber bahan pangan modern.
Baca Juga: Keutamaan Air Zam Zam Menurut Islam: Anugerah yang Menguatkan Iman
Untungnya, BPJPH kini semakin gencar memberikan panduan sertifikasi, sehingga UMKM bisa lebih mudah memastikan kehalalan produk mereka.