IFA.id - Setiap Jumat pagi, di sudut kota Jakarta yang riuh, seorang petugas kebersihan bernama Pak Darto sudah memulai harinya.
Dengan sapu panjang di tangan, topi lusuh di kepala, dan senyum kecil yang tak pernah hilang, ia menyapu jalanan sebelum matahari menembus gedung-gedung tinggi.
Ketika ditanya apa arti “Jumat Berkah” baginya, ia menjawab pelan, “Bagi saya, setiap debu yang saya bersihkan di hari Jumat, semoga jadi amal yang membersihkan hati juga.”
Kalimat itu sederhana, tapi menggetarkan. Ada ketulusan di balik lelah yang tak banyak orang lihat. Dan di situlah makna sesungguhnya dari Jumat Berkah: bukan hanya tentang doa dan dzikir, tapi juga tentang kerja keras yang diniatkan karena Allah.
IFA.id mencatat, Jumat selalu punya energi berbeda. Bagi banyak pekerja lapangan, hari ini adalah pengingat bahwa kerja bukan sekadar mencari nafkah, melainkan bagian dari ibadah.
Baca Juga: 5 Amalan Ringan di Hari Jumat yang Pahalanya Tak Terputus
Bekerja dengan Niat Ibadah, Bukan Sekadar Rutinitas
Lelah di hari Jumat sering dianggap biasa. Tapi bagi mereka yang memahami nilai spiritual kerja, lelah adalah bahasa syukur.
Dalam Islam, bekerja dengan niat yang benar termasuk bentuk ibadah. Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang makan makanan yang lebih baik daripada hasil usahanya sendiri.” (HR. Bukhari)
Pernyataan ini sering jadi pegangan banyak pekerja sederhana. Termasuk Bu Wati, seorang pedagang sayur di pasar tradisional Depok. Ia bercerita, “Setiap Jumat, saya sisihkan hasil jualan sedikit untuk sedekah. Kadang cuma dua ribu, tapi rasanya tenang sekali.”
Bagi Bu Wati, sedekah di Jumat bukan soal jumlah, tapi keberkahan. Ia percaya, setiap rezeki yang dibagi membuat dagangannya lebih laris, dan hatinya lebih ringan menghadapi kerasnya hidup.
Baca Juga: Sedekah Jumat: Kisah Nyata yang Menggetarkan Hati
Jumat: Waktu Terbaik untuk Berhenti Sejenak dan Bersyukur
IFA.id melansir dari beberapa kajian tafsir, Jumat disebut sebagai sayyidul ayyam penghulu segala hari. Banyak keutamaan ibadah yang disarankan di hari ini: memperbanyak doa, membaca Surah Al-Kahfi, dan bersedekah.