Berdoa sesuai tuntunan
Pilih doa klasik seperti yang disebut di atas, dan mohonlah dengan hati yang tulus.
Upaya nyata & ikhtiar
Bekerjalah, gunakan potensi, jalin relasi, manajemen keuangan — semuanya tetap diperlukan.
Pembersihan diri & niat yang tertata
Hati yang resah, keluh kesah, atau dendam yang belum diselesaikan bisa menjadi penghalang turunnya hidayah dan keberkahan.
Syukur dan evaluasi
Setelah doa — catat perubahan kecil, syukuri apapun bentuk manifestasinya. Evaluasi apakah usaha sudah optimal.
Baca Juga: Kenapa Nabi Sangat Menganjurkan Sholat Dhuha? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Berikut panduan ringkas tahajud dan doa terkait:
a) Niat
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
“Usolli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ”
Artinya: “Aku menyengaja shalat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
b) Pelaksanaan
-
Bacalah Al-Fatihah, dan surat-surat pendek
-
Ruku, sujud, tuma’ninah setiap gerakan
-
Bisa ditambah rakaat sesuai kemampuan
-
Akhiri dengan salam
Baca Juga: Kisah-Kisah Hebat di Balik Sedekah: Bukti Nyata Berkah Berbagi
c) Doa Setelah Tahajud (Beberapa Pilihan)
-
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي (Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii)
-
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِزْقًا طَيِّبًا وَعِلْمًا نَافِعًا وَعَمَلًا مُّتَقَبَّلًا (Allahumma inni as’aluka rizqan tayyiban, wa ‘ilman naafi’an, wa ‘amalan mutaqabbalan)