ibrah

Doa, Niat & Adab Puasa Senin Kamis: Semua yang Perlu Diketahui

Jumat, 10 Oktober 2025 | 16:47 WIB
Puasa Senin Kamis bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga melatih hati untuk ikhlas, memperbaiki niat, dan menjaga adab (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Ada yang menarik dari kebiasaan sebagian umat Islam yang tampak sederhana: menahan lapar dua hari dalam seminggu, setiap Senin dan Kamis.

Tapi di balik rutinitas itu, tersimpan hikmah yang begitu dalam bukan hanya bagi tubuh, tapi juga jiwa. IFA.id mencatat, tradisi puasa Senin Kamis bukan sekadar kebiasaan, melainkan jendela kecil menuju kehidupan yang lebih teratur, bersih, dan penuh keberkahan.

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai amalan yang konsisten. Dalam sebuah hadis dari HR. Tirmidzi, beliau bersabda:

"Amal perbuatan manusia dilaporkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka amalanku dilaporkan saat aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga: Hikmah Spiritual Puasa Senin Kamis: Mendekatkan Diri di Tengah Kesibukan

Ada makna mendalam di sini. Senin dan Kamis bukan sekadar hari dalam kalender, melainkan momentum spiritual.

Di dua hari itu, langit seperti terbuka, amal manusia diangkat, dan pintu-pintu rahmat terbuka lebar. Maka tak heran jika Nabi memilih momen tersebut untuk mempersembahkan kondisi terbaiknya: dalam keadaan berpuasa.

Puasa sunnah tidak memerlukan niat keras seperti ibadah haji atau zakat. Niat cukup dilakukan di hati, karena yang terpenting adalah kesadaran untuk melaksanakan ibadah tersebut dengan tulus.

Namun, melafalkan niat secara lisan tetap disunnahkan. Berikut lafaz niat puasa Senin Kamis yang biasa diamalkan:

Baca Juga: Manfaat Kesehatan Luar Biasa dari Puasa Senin Kamis yang Belum Banyak Diketahui

1. Niat Puasa Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillāhi ta‘ālā.”
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta‘ala.”

2. Niat Puasa Hari Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma yaumil khamīsi sunnatan lillāhi ta‘ālā.”
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta‘ala.”

IFA.id mencatat, niat ini bisa diucapkan malam sebelumnya hingga menjelang fajar, selama belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Baca Juga: Dari Ihram ke Ikhlas: Transformasi Diri Setelah Umroh

Doa Berbuka Puasa Senin Kamis

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, saat berbuka menjadi momen syukur yang luar biasa. Rasulullah SAW mengajarkan doa singkat namun penuh makna berikut:

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB