ibrah

Apakah Dinar Akan Kembali Jadi Mata Uang Dunia Islam?

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:47 WIB
Cahaya dinar emas kembali bersinar di langit dunia Islam — simbol harapan baru bagi ekonomi yang adil, berkah, dan berlandaskan kejujuran. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Pernahkah dunia Islam punya mata uang sendiri yang diakui lintas negeri? Jawabannya: pernah, dan itu bernama dinar emas. Sebelum dolar menguasai ekonomi global, dinar adalah simbol kejayaan peradaban Islam.

Kini, di tengah krisis moneter dan ketidakstabilan mata uang fiat, muncul kembali pertanyaan besar: mungkinkah dinar bangkit lagi sebagai mata uang dunia Islam?

IFA.id mencatat bahwa dinar pertama kali dicetak pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan (sekitar tahun 696 M).

Nilainya stabil karena berbasis emas murni seberat 4,25 gram, dan diterima di seluruh dunia Islam — dari Andalusia hingga Asia Tengah.

Baca Juga: Rahasia Ketahanan Dinar Dirham di Tengah Inflasi Dunia

Selama berabad-abad, dinar bukan hanya alat tukar, tetapi simbol keadilan ekonomi. Harga barang stabil, inflasi nyaris tak ada, dan perdagangan antarwilayah berlangsung adil. Tak heran, banyak sejarawan menyebut masa itu sebagai zaman emas moneter Islam.

Namun, segalanya berubah ketika kolonialisme dan sistem kapitalis modern mengambil alih. Standar emas dihapus, dolar menjadi raja baru setelah perjanjian Bretton Woods (1944), dan dunia Islam kehilangan alat tukarnya sendiri.

Kini, lebih dari 50 negara Islam menghadapi tantangan yang sama: ketergantungan pada dolar dan volatilitas nilai tukar. Dinar kembali dibahas bukan karena nostalgia, tapi karena kebutuhan sistem keuangan yang lebih adil, stabil, dan berbasis nilai nyata.

IFA.id mencatat beberapa alasan utama mengapa wacana kembalinya dinar mencuat:

Baca Juga: Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

  1. Ketidakstabilan Dolar AS. Inflasi global dan kebijakan suku bunga tinggi membuat banyak negara muslim mencari alternatif.

  2. Nilai intrinsik emas. Berbeda dengan uang kertas, dinar punya nilai fisik yang nyata.

  3. Kemandirian ekonomi Islam. Dinar dianggap simbol kemerdekaan finansial dari sistem Barat.

  4. Solidaritas antarnegara muslim. Dengan satu standar nilai, perdagangan antarnegara Islam bisa lebih efisien.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB