ibrah

Wahyu Pertama di Gua Hira: Awal Kenabian Nabi Muhammad

Selasa, 25 Februari 2025 | 10:00 WIB

IFA.id -- Islam sebagai agama terakhir yang diturunkan kepada umat manusia dimulai dengan peristiwa agung, yaitu turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi pada tahun 610 M di Gua Hira, yang terletak di Jabal Nur, sekitar 5 km dari Kota Makkah.

Momen tersebut menjadi titik awal risalah kenabian Muhammad SAW dan awal dari penyebaran Islam di muka bumi.

Baca Juga: Ummu Sulaim: Sahabat Rasulullah yang Mengajarkan Keteguhan dan Kesabaran

Konteks Sebelum Turunnya Wahyu

Sebelum menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad SAW sering menyendiri untuk merenung dan mencari ketenangan di Gua Hira.

Beliau merasa resah dengan kondisi masyarakat Quraisy yang saat itu dipenuhi dengan kezaliman, ketidakadilan, dan penyembahan berhala.

Kebiasaan beliau melakukan khalwat atau menyendiri ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari kebenaran hakiki.

Dalam kesehariannya, Muhammad SAW dikenal sebagai pribadi yang jujur, amanah, dan penuh kasih sayang.

Beliau juga dijuluki "Al-Amin" oleh masyarakatnya karena sifatnya yang dapat dipercaya. Di usia 40 tahun, ketika hati dan pikirannya semakin condong kepada kebenaran, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu pertama.

Turunnya Wahyu Pertama

Pada suatu malam di bulan Ramadhan, saat Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira, Malaikat Jibril datang dan menyampaikan firman Allah SWT.

Peristiwa ini begitu menggetarkan hati Rasulullah SAW. Jibril berkata kepada beliau, "Iqra’!" (Bacalah!). Namun, Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa membaca menjawab, "Aku tidak bisa membaca."

Jibril kemudian memeluk beliau dengan erat dan mengulangi perintah itu tiga kali. Setelah itu, Jibril membacakan wahyu pertama yang terdapat dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1-5:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-‘Alaq: 1-5)

Setelah menerima wahyu pertama ini, Nabi Muhammad SAW merasa ketakutan dan kebingungan.

Halaman:

Tags

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB