IFA.id -- Islam sebagai agama terakhir yang diturunkan kepada umat manusia dimulai dengan peristiwa agung, yaitu turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi pada tahun 610 M di Gua Hira, yang terletak di Jabal Nur, sekitar 5 km dari Kota Makkah.
Momen tersebut menjadi titik awal risalah kenabian Muhammad SAW dan awal dari penyebaran Islam di muka bumi.
Baca Juga: Ummu Sulaim: Sahabat Rasulullah yang Mengajarkan Keteguhan dan Kesabaran
Konteks Sebelum Turunnya Wahyu
Sebelum menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad SAW sering menyendiri untuk merenung dan mencari ketenangan di Gua Hira.
Beliau merasa resah dengan kondisi masyarakat Quraisy yang saat itu dipenuhi dengan kezaliman, ketidakadilan, dan penyembahan berhala.
Kebiasaan beliau melakukan khalwat atau menyendiri ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari kebenaran hakiki.
Dalam kesehariannya, Muhammad SAW dikenal sebagai pribadi yang jujur, amanah, dan penuh kasih sayang.
Beliau juga dijuluki "Al-Amin" oleh masyarakatnya karena sifatnya yang dapat dipercaya. Di usia 40 tahun, ketika hati dan pikirannya semakin condong kepada kebenaran, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu pertama.
Turunnya Wahyu Pertama
Pada suatu malam di bulan Ramadhan, saat Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira, Malaikat Jibril datang dan menyampaikan firman Allah SWT.
Peristiwa ini begitu menggetarkan hati Rasulullah SAW. Jibril berkata kepada beliau, "Iqra’!" (Bacalah!). Namun, Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa membaca menjawab, "Aku tidak bisa membaca."
Jibril kemudian memeluk beliau dengan erat dan mengulangi perintah itu tiga kali. Setelah itu, Jibril membacakan wahyu pertama yang terdapat dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1-5:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-‘Alaq: 1-5)
Setelah menerima wahyu pertama ini, Nabi Muhammad SAW merasa ketakutan dan kebingungan.
Artikel Terkait
Tips Membuat Gulai Ikan dengan Santan Kental yang Gurih dan Halal
Cara Agar Puasa Ramadhan Tidak Sekadar Menahan Lapar dan Haus
Makanan Halal yang Cocok untuk Diet Rendah Karbohidrat
Resep Tongseng Kambing Halal dengan Bumbu Khas Jawa
Keutamaan Bersedekah di Bulan Ramadhan: Investasi Akhirat yang Berlipat Ganda