IFA.id -- Hassan Al-Banna adalah seorang ulama, pemikir, dan aktivis Muslim yang memiliki pengaruh besar dalam dunia Islam modern.
Ia lahir pada tahun 1906 di Mahmudiyah, Mesir, dan sejak kecil telah menunjukkan minat besar dalam ilmu agama serta pergerakan sosial.
Pendidikan yang ia tempuh di Darul Ulum, Kairo, semakin membentuk pemikirannya tentang pentingnya reformasi Islam dalam menghadapi tantangan zaman.
Baca Juga: Mengapa Nabi Muhammad Dijuluki Al-Amin?
Pada tahun 1928, Al-Banna mendirikan Ikhwanul Muslimin, sebuah organisasi yang bertujuan menghidupkan kembali nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi.
Ia percaya bahwa Islam bukan sekadar agama, tetapi juga sistem kehidupan yang mencakup berbagai aspek, termasuk pemerintahan, pendidikan, dan ekonomi.
Di bawah kepemimpinannya, Ikhwanul Muslimin berkembang pesat, memperoleh banyak pengikut, dan menjadi kekuatan yang berpengaruh di Mesir dan dunia Islam.
Baca Juga: Laksamana Cheng Ho: Sang Penjelajah Muslim yang Membuka Jalur Diplomasi Tiongkok
Namun, popularitas gerakan ini juga menimbulkan konflik dengan pemerintah Mesir. Al-Banna sering menghadapi tekanan politik dan pengawasan ketat dari otoritas setempat.
Pada tahun 1949, ia tewas dalam sebuah insiden penembakan yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya.
Meskipun demikian, gagasan dan perjuangannya terus hidup dalam berbagai gerakan Islam di seluruh dunia.
Hassan Al-Banna dikenang sebagai sosok yang tidak hanya membangun organisasi, tetapi juga menginspirasi perubahan sosial berbasis nilai-nilai Islam.