IFA.id -- Laksamana Cheng Ho adalah salah satu tokoh maritim terbesar dalam sejarah Tiongkok yang meninggalkan jejak kuat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Salah satu bukti nyata keberadaannya adalah Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang, yang dibangun sebagai penghormatan atas perjalanan dan pengaruhnya.
Lahir pada tahun 1371 di Yunnan dengan nama Ma He, Cheng Ho berasal dari komunitas Muslim Tiongkok.
Baca Juga: Sa’ad bin Abi Waqqas: Sahabat Nabi yang Membuka Jejak Islam di Tiongkok
Ia memiliki kecakapan luar biasa dalam berbagai bahasa, termasuk Mandarin dan Arab, yang membantunya dalam berbagai misi diplomatiknya.
Keberanian dan kecerdasan Ma He menarik perhatian Kaisar Yongle dari Dinasti Ming, yang kemudian mengangkatnya menjadi laksamana.
Dari tahun 1405 hingga 1433, Cheng Ho memimpin ekspedisi besar yang menjelajahi lautan hingga ke 37 negara, termasuk Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.
Baca Juga: Ahmad Ibn Majid: Sang Navigator Legendaris yang Menguasai Samudra
Misi pelayarannya bukan hanya untuk memperluas pengaruh Tiongkok, tetapi juga untuk menjalin hubungan dagang dan diplomasi dengan berbagai kerajaan.
Selama hampir tiga dekade, Cheng Ho memainkan peran penting dalam mempererat hubungan antarbangsa dan memperkenalkan peradaban Tiongkok ke dunia luar.
Jejak perjalanannya yang luar biasa menjadikannya sosok yang dihormati dan dikenang, tidak hanya sebagai seorang pelaut ulung, tetapi juga sebagai diplomat Muslim yang membawa pesan perdamaian dan kerja sama antarnegara.
Artikel Terkait
Perang Salib: Strategi, Diplomasi, dan Kemenangan Umat Islam atas Pasukan Salib
Perjalanan Sejarah Masjid Nabawi: Pembangunan, Perkembangan, dan Keistimewaannya dalam Islam.
Menghindari Ghibah dan Perbuatan Sia-sia Saat Berpuasa
Ahmad Ibn Majid: Sang Navigator Legendaris yang Menguasai Samudra
Sa’ad bin Abi Waqqas: Sahabat Nabi yang Membuka Jejak Islam di Tiongkok