Jumat, 17 Juli 2026

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

- Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB
Adab Islam mengajarkan untuk menjaga lisan ketika melihat musibah. IFA.id mengulas makna empati dan hikmah di balik larangan menghina musibah orang lain. (Foto/Ilustrasi)
Adab Islam mengajarkan untuk menjaga lisan ketika melihat musibah. IFA.id mengulas makna empati dan hikmah di balik larangan menghina musibah orang lain. (Foto/Ilustrasi)
  • Peringatan penuh kasih.

  • Penghapus dosa.

  • Jika seseorang menghina musibah orang lain, ia sesungguhnya tengah meremehkan ketentuan Tuhan. Larangan ini bukan sekadar sopan santun, melainkan bentuk pengakuan bahwa manusia tidak memiliki hak untuk menilai nasib orang lain.

    Musibah Itu Misteri: Kita Tidak Pernah Tahu Apa yang Allah Inginkan

    Salah satu alasan logis di balik larangan menghina musibah adalah ketidaktahuan manusia terhadap skenario besar Allah. Musibah bagi seseorang bisa saja menjadi pembuka pintu keberkahan di masa depan.

    Baca Juga: Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

    Betapa sering terdengar kisah orang yang kehilangan pekerjaan namun justru menemukan jalan usaha baru yang jauh lebih baik.

    Sementara itu, orang yang menghina justru tidak tahu bahwa musibah yang sama bisa mengetuk pintu rumahnya suatu hari nanti. IFA.id sering mendengar ungkapan ulama klasik: “Siapa yang hari ini menertawakan musibah orang lain, besok ia bisa saja merasakannya dengan cara berbeda.”

    Di sinilah Islam mengajarkan adab yang halus: bukan tugas manusia menafsirkan musibah orang lain. Tugasnya hanya dua, membantu dan mendoakan. Apa pun di luar itu bisa berbahaya bagi jiwa spiritual.

    Bahaya Sikap Merendahkan Musibah Orang Lain

    IFA.id merangkum tiga bahaya besar yang muncul ketika seseorang meremehkan penderitaan orang lain.

    Baca Juga: Julid dan Dampaknya terhadap Amal

    1. Berpotensi Mendatangkan Ujian Serupa

    Sebagian ulama menafsirkan bahwa perilaku ini bisa menjadi sebab Allah “mengalihkan” musibah kepada orang yang menghina, sebagai bentuk pendidikan Ilahi. Bukan hukuman, tetapi pengingat.

    2. Merusak hubungan sosial

    Halaman:
    Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
    di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

    Tags

    Artikel Terkait

    Terkini

    Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

    Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

    Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

    Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

    Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

    Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

    Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

    Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

    Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

    Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

    Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

    Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

    Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

    Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

    Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

    Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

    Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

    Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

    Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

    Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

    Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

    Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

    Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

    Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

    Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

    Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

    Terpopuler

    X