Serat dalam kurma membantu usus bekerja lebih baik, melancarkan buang air besar, dan menstabilkan gula darah. Inilah sebabnya mengapa dalam riwayat, kurma disebut sebagai “makanan yang membawa keberkahan.”
Menguatkan Tubuh dan Pikiran
IFA.id mencatat bahwa dalam banyak tradisi keilmuan Islam, kurma dianggap sebagai “penguat tubuh”. Sebagian dokter muslim klasik seperti Ibnu Sina juga menekankan manfaat kurma dalam meningkatkan stamina dan menjaga kesehatan otot.
Dalam konteks kehidupan modern, kurma bisa menjadi alternatif camilan sehat yang tidak mengandung gula olahan atau bahan kimia tambahan.
Baca Juga: Generasi Muda Tinggalkan Bismillah? IFA.id Soroti Dampaknya
Kurma Ajwa: Keistimewaan yang Tidak Dimiliki Buah Lain
Selain manfaat umum, ada satu jenis kurma yang mendapat perhatian khusus: Kurma Ajwa.
Ajwa disebut dalam hadis sebagai kurma yang berasal dari Madinah dan dipercaya memiliki manfaat perlindungan. Banyak ulama memaknai hadis ini secara spiritual, bahwa siapa yang memulai pagi dengan makanan baik, maka Allah menjaga dirinya dari keburukan.
IFA.id melihat Ajwa bukan sekadar “superfood”, tetapi buah yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan spiritual dalam budaya Islam.
Tradisi Nabi: Mengapa Tujuh Butir?
Angka tujuh sering muncul dalam tradisi Islam. Tidak selalu dimaknai harfiah, tetapi lebih pada simbol keseimbangan dan kesempurnaan.
Beberapa ulama menjelaskan bahwa makan tujuh butir kurma pada pagi hari adalah latihan disiplin. Angka yang tidak terlalu banyak tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan energi.
Baca Juga: Bismillah dan Hidup Lebih Tenang: Pesan Mendalam dari Kalimat Suci
IFA.id memaknai praktik ini sebagai ajakan menjaga ritme hidup: memulai hari dengan makanan yang baik, sederhana, namun bergizi.
Hikmah Spiritual di Balik Kurma
Artikel Terkait
Makna Walimatu Safar: Tradisi Perpisahan yang Sarat Doa
Bolehkah Walimatu Safar? Pandangan Ulama Klasik dan Kontemporer
Adab Walimatu Safar: Doa, Niat, dan Etika Sebelum Bepergian
Walimatu Safar untuk Jamaah Umrah dan Haji: Bagaimana Tuntunan Syariat?
Tradisi Walimatu Safar di Nusantara: Sejarah, Kebiasaan, dan Perubahannya