Kamis, 4 Juni 2026

Mengapa Nabi Sangat Menganjurkan Makan Kurma?

- Senin, 24 November 2025 | 11:55 WIB
Tradisi sederhana yang penuh keberkahan. Mengapa Nabi sangat mencintai kurma? IFA.id merangkum dalil dan hikmahnya. (Foto/Ilustrasi)
Tradisi sederhana yang penuh keberkahan. Mengapa Nabi sangat mencintai kurma? IFA.id merangkum dalil dan hikmahnya. (Foto/Ilustrasi)

Kehidupan Nabi: Kesederhanaan yang Kaya Makna

IFA.id mencatat bahwa kurma bukan hanya makanan, tetapi representasi kehidupan sehari-hari masyarakat Madinah.

Di masa Rasulullah, kurma adalah makanan pokok yang mudah ditemukan dan kaya energi. Bahkan beberapa sahabat pernah bertahan hidup hanya dengan kurma selama berhari-hari.

Namun ada sisi menarik: Rasulullah tetap menjadikan kurma bukan sekadar makanan darurat, melainkan bagian dari gaya hidup beliau.

Pilihan ini memperlihatkan cara Nabi menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan. Makan bukan hanya untuk kenyang, tetapi untuk hidup dengan kualitas yang lebih baik.

Baca Juga: Tradisi Mulia: Kiai Ingatkan Pentingnya Bismillah Sejak Dini

Tradisi ini menjadi relevan pada masa sekarang, ketika banyak orang mencari cara hidup sehat namun sering melupakan hal-hal sederhana yang sudah dicontohkan Nabi.

Kurma dan Kesehatan: Ketika Sunnah Dipertemukan dengan Sains

IFA.id menemukan bahwa beberapa manfaat kurma yang disebutkan Nabi ternyata sejalan dengan temuan medis modern. Seolah sunnah ini melampaui konteks sejarahnya dan tetap relevan lintas zaman.

Sumber Energi Instan

Kurma mengandung glukosa, fruktosa, dan sukrosa yang mudah diserap tubuh. Itulah mengapa Nabi memilih kurma saat berbuka. Setelah seharian berpuasa, tubuh memerlukan energi cepat untuk stabilisasi metabolisme.

Penelitian modern menunjukkan bahwa kurma meningkatkan kadar gula darah secara stabil tanpa menyebabkan lonjakan ekstrem seperti camilan manis sintetis.

Baca Juga: Bismillah Sebagai Tameng: Sunnah yang Menenangkan Jiwa

Kaya Serat dan Mineral Penting

Kurma dipenuhi serat larut yang membantu pencernaan. Ia juga mengandung mineral penting seperti kalium, magnesium, tembaga, dan zat besi. Hal ini sejalan dengan kebiasaan Nabi yang mengutamakan makanan bernutrisi tinggi meski sederhana.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X