Kamis, 4 Juni 2026

Ghibah Digital: Dosa Lama di Era Media Sosial

- Senin, 17 November 2025 | 15:49 WIB
IFA.id menggambarkan betapa cepatnya ghibah digital menyebar di media sosial, seperti bisikan yang berubah menjadi gelombang besar hanya dengan satu sentuhan layar. (Foto/Ilustrasi)
IFA.id menggambarkan betapa cepatnya ghibah digital menyebar di media sosial, seperti bisikan yang berubah menjadi gelombang besar hanya dengan satu sentuhan layar. (Foto/Ilustrasi)

IFA.id memahami bahwa media sosial juga memiliki sisi positif. Ia menyambungkan komunitas, membuka ruang diskusi, bahkan menjadi tempat saling mengingatkan. Namun ruang positif ini akan mudah rusak apabila budaya ghibah dibiarkan berkembang tanpa kendali.

Di sinilah pentingnya kesadaran diri. Seseorang perlu bertanya, apakah komentar yang hendak ditulis membantu memperbaiki situasi atau hanya menambah keruh keadaan? Jika tidak memberi nilai tambah, lebih baik dilewatkan saja.

Baca Juga: Menghapus Lelah, Mengundang Berkah: Kekuatan Senyum dalam Pandangan Ulama

Salah satu ulama besar pernah mengatakan bahwa lidah adalah bagian tubuh yang paling sering menyeret manusia ke dalam dosa. Di zaman digital, lidah telah berganti bentuk menjadi jari. Apa yang dulu diucapkan kini dituliskan.

Namun esensinya sama. Sebuah kalimat dapat membawa ketenangan, tetapi dapat pula menimbulkan luka yang dalam. Ghibah digital bekerja seperti luka yang tidak terlihat, tetapi tetap menyakitkan.

Fenomena lain yang marak belakangan ini adalah kanal-kanal konten yang mengulas kehidupan pribadi seseorang tanpa meminta izin. Ada yang mengaku ingin memberikan edukasi, tetapi kemasan kontennya penuh insinuasi yang mengarah pada penghakiman.

IFA.id menilai bahwa motif edukasi tidak menghalalkan aib. Jika seseorang membuka aib orang lain untuk meraih penonton, maka substansi ghibah tetap ada di dalamnya.

Baca Juga: Sunnah yang Mulai Jarang Diamalkan: Senyum sebagai Identitas Muslim Sejati

Sebagian orang berdalih bahwa media sosial adalah ruang publik sehingga apa pun boleh dibahas. Namun Islam memiliki standar moral yang tidak berubah meski konteksnya berganti. Menjaga kehormatan orang lain adalah bagian dari akhlak utama.

Inilah yang membuat konsep ghibah tetap relevan kapan pun. Ketika dunia berubah, prinsipnya tetap sama: apa pun yang merendahkan orang lain tanpa maslahat adalah pelanggaran etika.

Pada akhirnya, IFA.id mengajak setiap orang untuk kembali pada nilai dasar: kebersihan hati. Jika seseorang terbiasa mengendalikan bisikan yang mendorongnya menyebarkan kabar buruk, maka jari-jarinya pun akan lebih berhati-hati.

Ketika seseorang memilih menahan diri dari mengomentari kesalahan orang lain, ia sebenarnya sedang menjaga diri agar tidak terlibat dalam dosa yang dampaknya bisa lebih panjang daripada yang dibayangkan.

Baca Juga: Dari Wajah Cerah ke Hati Lapang: Mengapa Senyum Bisa Menjadi Sedekah Paling Indah

Ghibah digital tidak akan pernah hilang sepenuhnya. Namun setiap orang dapat berkontribusi mencegahnya.

Dengan menahan komentar yang tidak perlu, memverifikasi sebelum membagikan, dan menjaga niat agar tidak mengumbar aib, seseorang telah berperan melindungi ruang digital dari kerusakan moral.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X