“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan utama kami,
atau batas ilmu kami,
dan jangan Engkau jadikan tempat kembali kami ke neraka.”
(HR. Tirmidzi)
Doa ini mengajarkan keseimbangan.
IFA.id merekomendasikan untuk membacanya setiap pagi, agar hati tetap terarah dan tidak terjebak pada urusan dunia yang menipu.
Hidup Sementara, Tapi Bermakna
Mungkin manusia tidak bisa hidup selamanya, tapi bisa meninggalkan makna yang abadi.
Senyum yang tulus, waktu yang dibagi, ilmu yang diajarkan — semuanya menjadi investasi kekal.
IFA.id mencatat, mereka yang memahami bahwa dunia hanya sementara justru hidup lebih damai. Karena tak ada yang perlu dikejar berlebihan, tak ada yang perlu ditakuti berlebihan.
Yang ada hanyalah kesempatan untuk berbuat lebih baik hari ini daripada kemarin.
Baca Juga: Dari Kantor ke Masjid: Cerita Nyata Profesional yang Menemukan Makna Ibadah dalam Pekerjaan
Artikel Terkait
Bangun Pagi, Niat Suci: Begini Cara Menjadikan Pekerjaan Sebagai Ibadah
Dari Sawah ke Kota: Bagaimana Hujan Menjadi Sumber Kehidupan
Kerja Keras dengan Hati Lillah: Tren Baru Profesional Muslim di Era Digital
Hujan, Cinta, dan Keajaiban Waktu: Cerita Kecil Tentang Doa yang Dikabulkan
Ekonomi Tumbuh, Iman Tersentuh: Filosofi ‘Kerja adalah Ibadah’ Menyentuh Generasi Muda