IFA.id mengajak setiap pembaca untuk kembali menata niat.
Bukan berhenti bekerja, tapi menata arah mengapa bekerja.
Bukan berhenti bermimpi, tapi memastikan mimpi itu menuju ridha-Nya.
Baca Juga: Bangun Pagi, Niat Suci: Begini Cara Menjadikan Pekerjaan Sebagai Ibadah
8. Doa Pendek untuk Mengingat Kefanaan Dunia
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَاجْعَلِ الْجَنَّةَ دَارَنَا وَقَرَارَنَا
Allahumma la taj‘alid-dunya akbara hammina wa la mablagha ‘ilmina, waj‘alil-jannata darana wa qararana.
“Ya Allah, jangan jadikan dunia sebagai tujuan utama dan puncak ilmu kami. Jadikan surga sebagai tempat tinggal dan akhir perjalanan kami.”
Doa ini adalah pengingat lembut agar hati tidak terpaut pada yang sementara.
Ketika dibaca dengan sungguh-sungguh, kalimat ini menenangkan dada dan menuntun arah langkah.
Baca Juga: Rahasia Langit: Mengapa Hujan Selalu Datang Bersama Rezeki?
Dunia Sementara, Tapi Bisa Jadi Jalan Menuju Selamanya
Hidup di dunia hanya sementara, tapi maknanya bisa abadi.
Bukan seberapa lama seseorang hidup, melainkan bagaimana ia mengisinya.
Orang yang sadar bahwa dunia hanya persinggahan akan hidup dengan ringan, tapi bermakna.
Ia tak menimbun harta, tapi menanam pahala.
Ia tak memburu pujian, tapi mencari keridhaan.
Maka ketika dunia terasa terlalu cepat, berhentilah sejenak.
Tarik napas, lihat langit, dan bisikkan dalam hati:
“Ya Allah, dunia ini sementara, tapi jadikan setiap langkahku menuju keabadian-Mu.”
Baca Juga: Tak Sekadar Cari Nafkah: Spirit Ibadah di Balik Setiap Pekerjaan
Artikel Terkait
Doa, Tanah, dan Air Mata Langit: Renungan IFA.id tentang Nikmat Hujan
Ketika Bekerja Jadi Jalan Menuju Surga: Makna ‘Kerja adalah Ibadah’ di Zaman Modern
Bersyukur di Tengah Gerimis: Cara Alam Mengajarkan Kesabaran