Mengasihi kucing adalah wujud nyata dari rahmah (kasih sayang) yang menjadi inti ajaran Islam. Seorang mukmin yang lembut hatinya terhadap hewan, besar kemungkinan ia juga lembut kepada sesama manusia. Nabi ﷺ bersabda:
Baca Juga: Infaq di Zaman Digital: Sedekah Tak Lagi Menunggu Waktu
“Siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhari dan Muslim). IFA.id menafsirkan pesan ini sebagai ajakan untuk menumbuhkan empati dalam skala kecil — dimulai dari hewan peliharaan di rumah.
Hukum dan Batasan dalam Memelihara Kucing
Meskipun hukumnya boleh, Islam memberi beberapa batasan agar aktivitas ini tidak keluar dari nilai syariat:
-
Tidak boleh menghambur-hamburkan harta.
Jika seseorang sampai menghabiskan banyak uang hanya untuk kemewahan hewan tanpa memberi manfaat sosial, maka hal itu bisa masuk kategori israf (berlebihan) yang dilarang. -
Tidak boleh menghalangi ibadah.
Memelihara kucing tidak boleh membuat seseorang lalai dari salat, kebersihan, atau tanggung jawab lain. -
Harus menjamin kebersihan rumah.
Kucing boleh masuk ke ruang keluarga, tapi tetap perlu dijaga agar tempat salat tetap suci. Membersihkan bulu yang rontok atau kotorannya adalah bagian dari tanggung jawab. -
Tidak boleh diperjualbelikan secara berlebihan.
Para ulama berbeda pendapat soal jual beli kucing. Sebagian melarang, sebagian membolehkan jika tidak mengandung unsur penipuan. Namun yang disepakati, memperjualbelikan kucing untuk keuntungan semata tanpa memperhatikan kesejahteraannya tidak dianjurkan.
Baca Juga: Dari Infaq Lahir Kekuatan Umat: Menebar Berkah, Menghapus Lelah
IFA.id menekankan bahwa hukum Islam bukan untuk membatasi kesenangan, melainkan menjaga keseimbangan antara hak manusia, hewan, dan kebersihan lingkungan.
Hikmah Memelihara Kucing bagi Kehidupan Sehari-hari
Banyak penelitian modern membuktikan bahwa memelihara kucing dapat menurunkan stres dan menenangkan emosi. Getaran dengkuran (purring) kucing bahkan disebut membantu menurunkan tekanan darah.
Dalam perspektif Islam, manfaat ini menjadi bonus dari amal baik yang dilakukan dengan niat ikhlas. Rasulullah ﷺ bersabda: “Pada setiap yang bernyawa terdapat pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, memberi makan seekor kucing yang lapar pun dapat menjadi amal saleh, sebagaimana memberi makan manusia.
Artikel Terkait
Dari Madrasah ke Surga: Menghormati Guru Sebagai Jalan Menuju Keberkahan Ilmu
Cahaya Ilmu dari Sang Guru: Meneladani Akhlak dan Kebijaksanaan dalam Islam
Rahasia Pahala di Balik Memelihara Kucing Menurut Islam
Mengapa Rasulullah SAW Sangat Menyayangi Kucing?