Kamis, 4 Juni 2026

Hukum Memelihara Kucing dalam Islam: Boleh atau Tidak?

- Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:51 WIB
Seekor kucing duduk di halaman masjid dengan cahaya lembut sore hari — simbol kasih sayang dan keseimbangan dalam Islam. (Foto/Ilustrasi)
Seekor kucing duduk di halaman masjid dengan cahaya lembut sore hari — simbol kasih sayang dan keseimbangan dalam Islam. (Foto/Ilustrasi)

Namun, para ulama juga memberi beberapa catatan penting:

  1. Tidak boleh menyiksa atau menelantarkan.
    Dalam hadis sahih riwayat Bukhari, Rasulullah ﷺ pernah menceritakan tentang seorang wanita yang disiksa di neraka karena mengurung seekor kucing hingga mati kelaparan. Ini menjadi peringatan keras agar manusia tidak berbuat zalim terhadap hewan.

  2. Kewajiban memberi makan dan menjaga kebersihan.
    Islam sangat menekankan tanggung jawab. Jika seseorang memelihara kucing, maka ia wajib memberikan makanan, minuman, serta lingkungan yang layak.

  3. Kucing bukan najis.
    Mazhab Syafi’i menegaskan bahwa air liur kucing yang tidak terlihat membawa kotoran atau najis tetap suci. Oleh karena itu, kucing boleh masuk rumah, bahkan di masjid pun tidak dilarang selama tidak mengotori tempat ibadah.

Baca Juga: Infaq Tak Harus Banyak, Asal dari Hati yang Lapang

IFA.id menyoroti bahwa dalam konteks modern, prinsip ini tetap relevan termasuk bagi mereka yang tinggal di kota besar dan menjadikan kucing sebagai teman emosional atau terapi mental.

Antara Kebersihan dan Kasih Sayang

Islam tidak hanya membolehkan memelihara kucing, tapi juga menekankan adab dan etika dalam merawatnya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan ihsan (kebaikan) atas segala sesuatu.” (HR. Muslim)

Artinya, bahkan ketika memperlakukan hewan, seorang muslim wajib melakukannya dengan cara yang baik dan penuh belas kasih.

Dalam konteks merawat kucing, ihsan berarti menjaga kebersihan lingkungan, memastikan hewan sehat, tidak mengurungnya tanpa alasan, serta tidak mengganggu kenyamanan orang lain.

Baca Juga: Gerakan Infaq Harian: Kecil Nilainya, Besar Pahalanya

IFA.id melansir dari pandangan ustaz Ahmad Sarwat, Lc., MA (Rumaysho.com) bahwa Islam tidak menginginkan seseorang berlebihan mencintai hewan sampai melalaikan kewajiban manusia, seperti shalat atau kebersihan rumah. Segala sesuatu yang berlebihan bisa menjadi tercela, bahkan jika awalnya dibolehkan.

 Kucing dan Spiritualitas: Simbol Lembutnya Hati Seorang Mukmin

Kucing bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi juga cermin sifat lembut manusia. Dalam kisah para ulama terdahulu, banyak disebutkan bahwa orang saleh dikenal karena kasih sayangnya pada hewan.

Imam Abu Yusuf, murid Imam Abu Hanifah, bahkan disebut tak pernah makan sebelum memberi makan kucingnya terlebih dahulu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X