Allāhumma laka shumtu, wa bika āmantu, wa ‘alayka tawakkaltu, wa ‘alā rizqika afthartu.
(Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.)
Baca Juga: Umroh di Era Digital: Ketika Niat Bertemu Teknologi
7. Puasa yang Menghidupkan Hati
Di zaman yang serba cepat ini, banyak yang haus akan makna sederhana.
Puasa Senin Kamis bukanlah beban tambahan — ia adalah jeda.
Setiap gigitan yang tertahan, setiap tegukan air yang ditunda, adalah bentuk doa dalam diam.
IFA.id mencatat, mereka yang istiqamah menjalankannya jarang kehilangan arah.
Sebab dalam setiap Senin dan Kamis, ada momen kecil untuk kembali mengingat: hidup bukan tentang cepat, tapi tentang sadar.
8. Sunnah yang Membuka Pintu Cahaya
Puasa Senin Kamis bukanlah perkara lapar, tapi perkara cinta.
Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa ibadah ringan bisa menjadi jalan besar menuju ridha Allah.
Maka siapa pun bisa memulai — cukup dua hari dalam sepekan, untuk seumur hidup yang lebih tenteram.
Baca Juga: Langkah Kaki Menuju Baitullah: Rahasia Keberkahan di Setiap Putaran Thawaf
Artikel Terkait
Dari QRIS ke Pahala: Menyentuh Surga Lewat Donasi Digital
Fintech Syariah dan Masa Depan Umat: Saat Keuangan Halal Jadi Arus Utama
Ekonomi Syariah: Jalan Tengah Menuju Keadilan dan Keberkahan Umat
Umroh Bukan Sekadar Perjalanan, Tapi Panggilan Jiwa