Kamis, 4 Juni 2026

Dinar & Dirham: Investasi Sunnah di Akhir Zaman

- Kamis, 9 Oktober 2025 | 10:34 WIB
Doa di tengah cahaya dinar  simbol keyakinan dan ketenangan hati menghadapi ketidakpastian dunia. Seperti pesan Nabi, emas dan perak bukan sekadar harta, tapi penjaga nilai iman di akhir zaman. (Foto/Ilustrasi)
Doa di tengah cahaya dinar simbol keyakinan dan ketenangan hati menghadapi ketidakpastian dunia. Seperti pesan Nabi, emas dan perak bukan sekadar harta, tapi penjaga nilai iman di akhir zaman. (Foto/Ilustrasi)

Kebangkitan dinar dan dirham di berbagai komunitas muslim dunia bukan hanya gerakan ekonomi, tapi juga spiritual. Ia lahir dari kesadaran bahwa sistem riba dan uang fiat modern telah menciptakan ketimpangan dan ketidakadilan. Umat ingin kembali kepada nilai yang murni.

IFA.id mengamati, di beberapa negara seperti Malaysia, Indonesia, dan Turki, mulai muncul komunitas pengguna dinar-dirham yang menghidupkan kembali transaksi dengan logam mulia.

Baca Juga: Kiamat Pribadi: Ketika Hidup Berakhir Sebelum Dunia Runtuh

Mereka bukan sekadar menabung emas, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi halal: dari pasar, zakat, hingga investasi berbasis syariah.

Dalam banyak hadis, Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya bersiap menghadapi masa-masa sulit. Salah satu bentuk kesiapan itu adalah menjaga harta dalam bentuk yang tidak mudah hilang nilainya.

Rasulullah bersabda:

"Akan datang masa di mana orang tidak peduli dari mana ia mendapatkan harta, apakah dari yang halal atau haram." (HR. Bukhari)

Pesan ini menjadi pengingat bahwa di akhir zaman, sistem ekonomi akan begitu rusak hingga kebenaran dan kebatilan kabur. Dalam kondisi itu, menyimpan harta dalam bentuk dinar dan dirham bukan hanya investasi, tetapi juga bentuk ketaatan menjaga amanah rezeki.

Baca Juga: Turunnya Isa AS dan Kemenangan Cahaya: Harapan di Tengah Akhir Zaman

IFA.id menekankan, investasi emas dan perak bukan hanya untuk keuntungan duniawi. Ia juga melatih kesabaran, ketenangan, dan kebijaksanaan dalam mengelola harta.

Nilainya tidak fluktuatif secara ekstrem seperti saham atau kripto, tetapi justru stabil dan menenangkan, seperti sifat sabar yang diajarkan Rasulullah.

Banyak ekonom Islam percaya bahwa masa depan keuangan dunia akan kembali kepada standar emas. Krisis utang global dan pencetakan uang tanpa batas membuat sistem fiat semakin rapuh. Dalam konteks ini, konsep Islamic gold standardmenjadi semakin relevan.

Beberapa lembaga keuangan syariah mulai mengembangkan tabungan emas digital, namun tetap menjaga prinsip bahwa emasnya riil, tersimpan secara fisik, bukan sekadar angka. Prinsip ini sejalan dengan ruh dinar-dirham, yakni kejelasan dan keadilan.

Baca Juga: Fitnah Dajjal: Ujian Terbesar Umat Manusia Menjelang Akhir Zaman

IFA.id menilai, kembalinya kesadaran umat terhadap logam mulia bukan nostalgia romantik, tapi kebutuhan nyata. Saat dunia menghadapi badai ekonomi dan spiritual, sistem yang berakar pada nilai ilahi menawarkan jalan keluar yang adil dan stabil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X