Kamis, 4 Juni 2026

Amar Ma’ruf Nahi Munkar: Spirit Islam di Balik Aksi Damai

- Rabu, 3 September 2025 | 12:15 WIB
Amar Ma’ruf Nahi Munkar: Aksi damai sebagai wujud dakwah Islam untuk menegakkan kebaikan dan menolak kemungkaran dengan penuh hikmah. (Foto/Ilustrasi)
Amar Ma’ruf Nahi Munkar: Aksi damai sebagai wujud dakwah Islam untuk menegakkan kebaikan dan menolak kemungkaran dengan penuh hikmah. (Foto/Ilustrasi)

 

IFA.id - Dalam ajaran Islam, amar ma’ruf nahi munkar merupakan salah satu pilar penting yang menjadi tanda hidupnya iman dalam diri seorang Muslim. Amar ma’ruf berarti mengajak kepada kebaikan, sedangkan nahi munkar berarti mencegah dari kemungkaran.

Keduanya bukan sekadar ajaran teoritis, tetapi sebuah panggilan moral dan spiritual agar umat Islam senantiasa aktif menjaga keseimbangan kehidupan sosial, politik, dan budaya.

Salah satu wujud nyata dari spirit ini bisa terlihat dalam aksi damai, ketika umat bersatu menyuarakan aspirasi dengan penuh adab dan tanggung jawab.

Islam tidak pernah memisahkan antara ibadah ritual dan sosial. Menyuarakan kebenaran di hadapan ketidakadilan adalah bentuk ibadah yang bernilai tinggi.

Baca Juga: Etika Demonstrasi dalam Syariah Islam

Rasulullah ﷺ sendiri menjadi teladan dalam menyampaikan dakwah dengan cara santun namun tegas. Spirit inilah yang melahirkan etika demonstrasi damai dalam Islam, yakni menyuarakan pendapat tanpa merusak, memprovokasi, atau menimbulkan mudarat yang lebih besar.

Dengan demikian, aksi damai dalam bingkai amar ma’ruf nahi munkar sejatinya adalah lanjutan dari tradisi dakwah yang selalu mengedepankan hikmah dan kelembutan.

Demonstrasi damai yang dilandasi nilai-nilai Islam bukanlah sekadar luapan emosi massa, melainkan manifestasi kepedulian sosial. Umat berkumpul bukan untuk menimbulkan kerusuhan, melainkan untuk mengingatkan pemimpin dan masyarakat akan nilai-nilai kebenaran.

Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an agar ada segolongan orang yang mengajak pada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar (QS. Ali Imran: 104).

Baca Juga: Menegakkan Keadilan dengan Damai: Inspirasi dari Ajaran Islam

Ayat ini menegaskan bahwa partisipasi aktif dalam menjaga moral sosial adalah kewajiban bersama, bukan hanya beban ulama atau pemimpin.

Namun, Islam juga memberi batasan yang jelas. Aksi menyampaikan aspirasi tidak boleh dilakukan dengan cara yang bertentangan dengan syariat, seperti menebar fitnah, mencaci maki, atau merusak fasilitas umum.

Sebab, tujuan amar ma’ruf nahi munkar adalah menciptakan kebaikan, bukan menambah kerusakan. Dalam hadis, Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa perubahan harus dilakukan dengan tangan (kekuasaan), lisan (nasihat), atau hati (doa), sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Terbaik Bersedekah untuk Anak Yatim Menurut Islam

Kamis, 27 November 2025 | 10:08 WIB

Rahasia Besar di Balik Sedekah untuk Anak Yatim

Kamis, 27 November 2025 | 10:02 WIB

Mengapa Sedekah kepada Anak Yatim Dilipatgandakan?

Kamis, 27 November 2025 | 09:51 WIB

Keajaiban Sedekah Anak Yatim dalam Islam

Kamis, 27 November 2025 | 09:45 WIB

Ujian atau Azab? Cara Islam Memandang Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:19 WIB

Sikap Terbaik Saat Menolong Korban Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 12:05 WIB

Mengapa Islam Melarang Menghina Musibah Orang Lain?

Rabu, 26 November 2025 | 11:58 WIB

Doa yang Dianjurkan Ketika Melihat Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:49 WIB

Adab Muslim Saat Melihat Orang Kena Musibah

Rabu, 26 November 2025 | 11:44 WIB

Rahasia Hikmah di Balik Musibah Menurut Islam

Rabu, 26 November 2025 | 11:37 WIB

Mitos dan Fakta tentang Hijab yang Sering Disalahpahami

Selasa, 25 November 2025 | 11:25 WIB

Perjalanan Hijab dari Masa Nabi hingga Era Modern

Selasa, 25 November 2025 | 11:11 WIB

Mengapa Hijab Diwajibkan? Penjelasan Dalil dan Hikmahnya

Selasa, 25 November 2025 | 11:07 WIB

Terpopuler

X