IFA.id -- Dalam kehidupan sehari-hari, fitnah dan ghibah sering kali dilakukan tanpa disadari. Padahal, keduanya merupakan dosa besar yang dilarang dalam Islam.
Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain yang benar adanya, sementara fitnah adalah menyebarkan kebohongan atau tuduhan tanpa bukti.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
"Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya."
(QS. Al-Hujurat: 12)
Dari ayat ini, jelas bahwa ghibah dan fitnah adalah perbuatan yang sangat buruk dan harus dihindari. Lalu, bagaimana cara menghindari fitnah dan ghibah dalam kehidupan sehari-hari?
Baca Juga: Keutamaan Silaturahmi: Cara Mempererat Hubungan dan Mencari Berkah
1. Menyadari Bahaya Fitnah dan Ghibah
Langkah pertama untuk menghindari fitnah dan ghibah adalah menyadari bahaya serta dampaknya.
Fitnah bisa menyebabkan kehancuran, perpecahan, bahkan peperangan. Ghibah pun merusak kehormatan seseorang dan mengurangi pahala orang yang melakukannya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzalimi atau membiarkan saudaranya dizalimi."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, memahami bahaya fitnah dan ghibah akan membuat kita lebih berhati-hati dalam berbicara dan bertindak.
2. Menjaga Lisan dan Berpikir Sebelum Berbicara
Salah satu penyebab utama ghibah dan fitnah adalah ketidakhati-hatian dalam berbicara. Sebelum membicarakan sesuatu, tanyakan pada diri sendiri:
-
Apakah perkataan ini benar?
-
Apakah perkataan ini bermanfaat?
-
Apakah ini termasuk ghibah atau fitnah?
Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan selalu berpikir sebelum berbicara, kita bisa menghindari dosa lisan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Artikel Terkait
KADIN DKI Jakarta Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal Gratis bagi UMKM dengan Dukungan Anindya Bakrie
Irwan Barudi: Dari Akuntan CFC ke Pendiri 300+ Gerai Ayam Geprek Sa'i dan Haji Chicken
Varnion dan ZTE Percepat Transformasi Digital Industri Perhotelan Indonesia
Djoenaedi Joesoef: Dari Penjual Keliling ke Pendiri Raksasa Farmasi Konimex
Cara Sederhana Agar Dicintai Orang Lain dalam Kehidupan Sehari-hari