IFA.id – Hong Kong tengah menggandakan upaya untuk menjadi destinasi unggul bagi wisatawan Muslim. Pemerintah kota menargetkan sebanyak 500 restoran halal tersertifikasi pada akhir tahun 2025—meningkat drastis dari jumlah saat ini, yaitu 142 restoran halal.
Baca Juga: Syekh Nawawi al-Bantani: Ulama dari Banten yang Jadi Guru Dunia
Target ambisius ini tak lepas dari peluang ekonomi halal global: wisata halal diproyeksi bakal bernilai lebih dari USD 300 miliar pada tahun 2026, dengan sekitar 230 juta wisatawan Muslim diperkirakan berkeliling dunia pada 2028
Baca Juga: Doa yang Digantikan Scroll
Selain menambah restoran bersertifikat, Hong Kong juga melengkapi fasilitas pendukung seperti ruang shalat di bandara, pusat perbelanjaan, dan spot-spot strategis lainnya. Pemerintah didorong untuk membuka jalur pasokan bahan halal berkualitas melalui kerja sama dengan negara seperti Malaysia dan Indonesia
Baca Juga: Museum Islam Samudra Pasai: Menyelami Jejak Perdaban Islam di Aceh
Inisiatif ini menciptakan peluang ekonomi melalui pariwisata halal (halal tourism), memperkuat citra inklusif Hong Kong, serta memberikan respon nyata terhadap kebutuhan wisatawan Muslim modern.
Baca Juga: Menjelajahi Makam dan Masjid Sunan Muria: Sensasi Naik Ojek Gunung, Kisah Sejarah, dan Legenda
Meski targetnya ambisius, jalan menuju 500 restoran halal tak selalu mulus. Tantangan terbesar ada pada rantai pasok bahan halal. Pemerintah Hong Kong disebut sedang menjajaki kerja sama lebih erat dengan negara pemasok seperti Malaysia dan Indonesia, yang dikenal sebagai pemimpin global industri halal.
Baca Juga: Cara Memilih Travel Haji dan Umroh Terbaik dan Rekomendasi Pesantren