ekonomi-bisnis

Produksi Matcha Jepang Menurun Akibat Gelombang Panas, Permintaan Global Melonjak

Jumat, 4 Juli 2025 | 17:44 WIB
Ilustrasi Matcha (Foto/BeautyJournal)

Matcha kini digunakan dalam berbagai produk, mulai dari minuman latte, es krim, hingga makanan penutup.

Baca Juga: Harry Potter Studio Tour Akan Hadir di Shanghai 2027 Mendatang! Ini yang Perlu Kamu Tahu

Nilai ekspor teh hijau Jepang, termasuk matcha, mencapai rekor tertinggi pada 2024, naik 25% dibanding tahun sebelumnya.

Namun, produksi yang terbatas membuat pasokan tidak mampu mengimbangi lonjakan permintaan.

Beberapa produsen dan toko di Jepang kini mulai menerapkan batasan pembelian matcha untuk menghindari penimbunan serta memastikan ketersediaan bagi konsumen lokal dan wisatawan.

Lonjakan Harga dan Kekhawatiran Pasar

Harga daun teh tencha di pelelangan utama di Kyoto melonjak hingga 69% dibandingkan dengan rekor sebelumnya.

Harga matcha premium dilaporkan naik antara 30% hingga 50% di pasar internasional, sementara grade kuliner juga mengalami kenaikan signifikan.

Baca Juga: ZUS Coffee, Raksasa Kopi Malaysia, Siap Ekspansi ke Indonesia dan Asia Tenggara

Kelangkaan matcha tidak hanya dirasakan di Jepang, tetapi juga di negara-negara tujuan ekspor seperti Singapura dan Australia.

Beberapa produsen besar bahkan menghentikan penjualan sementara hingga pasokan kembali stabil.

Pemerintah Jepang telah mengucurkan subsidi untuk membantu petani teh meningkatkan produksi matcha dan mencegah krisis serupa di masa depan.

Namun, proses produksi matcha yang rumit dan tradisional membuat peningkatan kapasitas tidak dapat dilakukan secara instan.

Baca Juga: Dari Banker ke Pengusaha Madu: Perjalanan Andoni Pridatama Membangun Sarang Maduku

Kesimpulan

Halaman:

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB