ekonomi-bisnis

Presiden Prabowo Bahas Evaluasi Direksi BUMN dan Isu Kemanusiaan Palestina di Istana Merdeka

Rabu, 30 April 2025 | 21:56 WIB
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (29/04/2025). (Foto/Sekneg RI)

IFA.id -- Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (29/4/2025), yang dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani dan sejumlah tokoh lainnya.

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, termasuk evaluasi terhadap direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan situasi kemanusiaan di Palestina.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja direksi BUMN.

Ia berharap BUMN dapat menjadi unit usaha negara yang tangguh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan penyertaan modal negara yang cukup besar kepada BUMN.

Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo Umumkan Indonesia Siap Menjadi Tujuan Investasi Global di BNEF Summit New York

Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan bahwa masyarakat memiliki ekspektasi tinggi terhadap kinerja BUMN, termasuk yang tergabung dalam Danantara.

Diharapkan, BUMN dapat memberikan andil besar dalam perkembangan ekonomi nasional, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Selain isu domestik, pertemuan juga membahas kelanjutan upaya penanganan warga Palestina yang terdampak konflik, khususnya di wilayah Gaza.

Baca Juga: Sidang Mediasi Gugatan Ijazah Jokowi di PN Solo, Kuasa Hukum Tolak Tunjukkan Dokumen karena Alasan Privasi

Presiden Prabowo menunjukkan perhatian terhadap kondisi anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas yang mengalami trauma akibat perang.

Ia menekankan pentingnya pemulihan bagi mereka agar dapat kembali ke tanah air dan berkontribusi dalam pembangunan Palestina di masa depan. 

Presiden juga menaruh perhatian khusus terhadap para tenaga medis dan pendidik asal Palestina.

Baca Juga: Polda Jateng Geledah Rumah Predator Seks di Jepara, Terungkap 31 Anak Jadi Korban, Mayoritas Masih Pelajar

Ia menilai bahwa mereka perlu mendapatkan bantuan untuk memulihkan trauma dan meningkatkan kapasitas profesional, sehingga siap berperan dalam membangun masa depan Palestina setelah merdeka.

Halaman:

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB