IFA.id -- Agro Edukasi Wisata Organik (AEWO) Mulyaharja di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, dikenal sebagai "surga yang tersisa" karena keindahan alamnya dan peran vitalnya dalam ketahanan pangan serta edukasi pertanian organik.
Dengan luas sekitar 23 hektare, AEWO Mulyaharja mengintegrasikan pertanian organik dengan wisata edukatif.
Pengunjung dapat menikmati pemandangan sawah, mengikuti kegiatan pertanian, dan belajar tentang proses produksi pangan organik.
Fasilitas di AEWO mencakup jalur trekking, spot foto, workshop pembuatan kompos dan biogas, serta area peternakan.
Baca Juga: Menteri Pariwisata Tegaskan Pariwisata sebagai Pilar Ekonomi Nasional yang Tangguh
Pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan aktivitas pertanian, seperti membajak sawah dan panen.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan bahwa AEWO Mulyaharja merupakan contoh sukses integrasi antara pertanian dan pariwisata.
Ia menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan kawasan ini sebagai bagian dari ketahanan pangan dan destinasi wisata edukatif.
Pada panen raya terbaru, AEWO menghasilkan sekitar 69 ton beras organik dari 23 hektare lahan.
Baca Juga: Surabaya dan Blitar Jalin Kerja Sama Stabilkan Harga Pangan dan Kembangkan Pariwisata
Hasil ini menunjukkan potensi besar AEWO dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat lokal.
AEWO Mulyaharja tidak hanya menawarkan pengalaman wisata yang menyegarkan, tetapi juga menjadi pusat edukasi pertanian yang memberdayakan masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif warga, AEWO diharapkan terus berkembang sebagai destinasi unggulan di Kota Bogor.