IFA.id -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyoroti pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS akibat pengaruh global. Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menyatakan bahwa kondisi likuiditas valuta asing (valas) perseroan saat ini dalam keadaan baik.
Ashidiq menegaskan bahwa melalui pengelolaan likuiditas valas yang prudent dan fleksibel, serta didukung oleh diversifikasi sumber dana yang solid, Bank Mandiri berada dalam posisi kuat untuk menjaga kestabilan dan kecukupan likuiditas secara berkelanjutan.
Strategi yang diterapkan mencakup berbagai alternatif pendanaan, baik melalui penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) valas maupun pendanaan non-DPK (wholesale funding) melalui transaksi bilateral, club deal, atau penerbitan surat utang.
Sepanjang tahun 2024, penyaluran kredit valas Bank Mandiri menunjukkan akselerasi positif, dengan pertumbuhan sebesar 10,12% secara year on year per 31 Desember 2024.
Pertumbuhan ini sejalan dengan komitmen mendukung pembiayaan nasabah global, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan eksposur dalam mata uang asing.
Baca Juga: Indonesia dan UEA Perkuat Kerja Sama, Kembangkan Dua PLTS Terapung
Selain itu, pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) valas mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,92% YoY.
Transaksi terbanyak berasal dari aktivitas trade finance dan treasury, yang menjadi kebutuhan utama nasabah korporasi dengan jaringan internasional.
Pada 24 Maret 2024, Bank Mandiri juga menerbitkan Euro Medium Term Note (EMTN) senilai USD800 juta untuk pengembangan bisnis perseroan.