ekonomi-bisnis

Gubernur BI Ungkap Ketidakpastian Global Dorong Investor Beralih ke Emas

Jumat, 21 Maret 2025 | 21:58 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Foto/dok. Bank Indonesia)

IFA.id -- Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa ketidakpastian ekonomi global telah mendorong investor mengalihkan aset mereka dari saham dan obligasi ke emas.

Faktor utama yang memicu pergeseran ini adalah volatilitas pasar keuangan global, terutama di Amerika Serikat (AS), serta kebijakan perdagangan internasional yang semakin proteksionis.

Perry menjelaskan bahwa sebelumnya arus modal global lebih banyak mengalir ke instrumen keuangan seperti saham dan obligasi di AS.

Baca Juga: Wamenkeu Ajak BNPB Perkuat Pengelolaan Pooling Fund Bencana

Namun, akibat ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter yang lebih ketat, investor mulai mencari aset yang lebih aman.

Emas menjadi pilihan utama karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko resesi global.

Ia juga menyoroti peningkatan minat investor terhadap emas di negara berkembang. Meskipun peralihan investasi ke aset negara berkembang belum begitu kuat, tren peningkatan investasi dalam emas cukup signifikan.

Baca Juga: NFA Pastikan Kualitas Beras Bulog Terjaga dan Aman Dikonsumsi

Hal ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi aset safe haven yang diminati di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Selain itu, Perry mengungkapkan bahwa pasar saham di AS dan kawasan Asia mengalami tekanan, yang menyebabkan banyak investor mengalihkan dananya ke instrumen yang lebih stabil.

Investor kini lebih cenderung menanamkan modal mereka di negara-negara maju selain AS yang menawarkan lebih sedikit risiko.

Baca Juga: Neraca Dagang Indonesia Catat Surplus 58 Bulan Berturut-turut, Ekonomi Semakin Solid

Lebih lanjut, Perry menekankan bahwa ketidakpastian global masih tinggi, terutama akibat kebijakan tarif impor yang diterapkan AS terhadap beberapa negara.

Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap perdagangan internasional dan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia.

Halaman:

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB