IFA.id -- Kepala Badan Pangan Nasional (NFA), Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa beras yang disalurkan oleh Perum Bulog kepada masyarakat harus dalam kondisi baik dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Pernyataan ini disampaikan menanggapi temuan beras berkutu di salah satu gudang Bulog di Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Arief menjelaskan bahwa beras yang disimpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) memerlukan pemeliharaan yang baik untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga.
Baca Juga: 10 Tips Menjaga Keharmonisan Pernikahan dalam Islam yang Harus Anda Terapkan!
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin dan tindakan pencegahan terhadap hama selama penyimpanan.
Menanggapi temuan beras berkutu, Arief menegaskan bahwa beras tersebut harus melalui proses pengendalian hama, seperti fumigasi, untuk memastikan keamanan pangan sebelum didistribusikan ke masyarakat.
Ia menekankan bahwa tidak boleh membiarkan kutu berkembang biak tanpa penanganan, karena dapat membuat beras tidak layak dikonsumsi.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Hapus Tunggakan Pajak Kendaraan, Ringankan Beban Warga
Selain itu, Arief mengingatkan bahwa stok CBP secara nasional saat ini mencapai sekitar 1,9 juta ton.
Ia menekankan bahwa pemeliharaan stok harus dibarengi dengan peningkatan sistem untuk memastikan kualitas tetap terjaga, termasuk menjaga kadar air beras tidak melebihi 14 persen.
Dengan langkah-langkah tersebut, NFA berkomitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pangan yang disalurkan oleh pemerintah, memastikan bahwa beras yang didistribusikan aman dan layak untuk dikonsumsi