IFA.id -- Do Won Chang, seorang imigran asal Korea Selatan, mendirikan Forever 21 di Los Angeles pada tahun 1984.
Bersama istrinya, Jin Sook Chang, mereka menciptakan merek fashion yang menawarkan pakaian bergaya dengan harga terjangkau, yang dengan cepat menarik perhatian konsumen muda.
Sebelum mendirikan Forever 21, Do Won Chang bekerja serabutan di kedai-kedai kopi setelah hijrah ke California pada tahun 1981.
Baca Juga: Kemenperin Gelar Bazar Ramadan untuk Jaga Ketersediaan Bahan Pokok hingga Lebaran
Pengalaman ini memberinya wawasan tentang industri ritel dan mendorongnya untuk memulai bisnis sendiri.
Forever 21 berkembang pesat dan menjadi salah satu ritel fashion terbesar di Amerika Serikat, dengan ribuan toko di seluruh dunia.
Namun, seiring berjalannya waktu, perusahaan menghadapi tantangan besar, termasuk penurunan kunjungan ke pusat perbelanjaan dan persaingan ketat dari pengecer daring seperti Amazon, Temu, dan Shein.
Baca Juga: Tokoplas Luncurkan Program Loyalitas, Targetkan Pertumbuhan Dua Digit
Akibatnya, pada Maret 2025, Forever 21 kembali mengajukan perlindungan kebangkrutan untuk kedua kalinya dan berencana menutup bisnisnya di AS.
Langkah ini menandai berakhirnya perjalanan panjang merek yang pernah menjadi ikon fashion remaja tersebut.
Kisah Do Won Chang dan Forever 21 mencerminkan dinamika industri ritel yang terus berubah, di mana adaptasi terhadap tren dan teknologi menjadi kunci untuk bertahan.
Meskipun menghadapi kejatuhan, perjalanan mereka tetap menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha di seluruh dunia.