IFA.id -- Diah Arfianti memulai bisnis kue kering, Diah Cookies, pada tahun 2001 di Surabaya, berawal dari hobinya membuat kue.
Selama 24 tahun, usahanya berkembang pesat, terutama menjelang perayaan seperti Idulfitri, di mana kue-kue kering seperti nastar, kaastengels, lidah kucing, dan sagu keju menjadi favorit banyak orang.
Keunikan dan kualitas produk Diah Cookies menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, yang menjadi salah satu pelanggan setianya.
Hal ini menunjukkan bahwa produk UMKM lokal dapat bersaing dan diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.
Menjelang hari raya, permintaan akan produk Diah Cookies meningkat signifikan. Diah memanfaatkan momentum ini untuk mendulang keuntungan besar, sekaligus memperluas jangkauan pasarnya.
Strategi pemasaran yang efektif dan kualitas produk yang konsisten menjadi kunci keberhasilan usahanya.
Selain fokus pada kualitas produk, Diah juga aktif memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan usahanya.
Melalui video pendek dan konten menarik, Diah Cookies berhasil menarik perhatian konsumen lebih luas, meningkatkan penjualan, dan memperkuat brand awareness.
Kisah sukses Diah Arvianti dalam membangun Diah Cookies menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya.
Dengan ketekunan, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital, UMKM lokal dapat berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Artikel Terkait
Gaya Hidup Islami dalam Hubungan Sosial: Panduan Lengkap untuk Kehidupan yang Harmonis & Berkah
Harga Emas Antam Meroket Rp14.000, Capai Rp1.759.000 per Gram
Adab Bertetangga dalam Islam: Panduan Menjalin Hubungan Harmonis Sesuai Syariat
Tokoplas Luncurkan Program Loyalitas, Targetkan Pertumbuhan Dua Digit
Kemenperin Gelar Bazar Ramadan untuk Jaga Ketersediaan Bahan Pokok hingga Lebaran