IFA.id -- PT Danareksa (Persero) menetapkan target ambisius dengan mengincar laba bersih sebesar Rp1,1 triliun pada tahun 2025, meningkat dari Rp1 triliun yang diproyeksikan untuk tahun 2024.
Direktur Utama Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi, menyatakan bahwa sejak penggabungan perusahaan, laba bersih perseroan telah menunjukkan pertumbuhan signifikan, naik dari Rp0,2 triliun menjadi Rp1 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, Danareksa telah menyiapkan sejumlah strategi utama.
Di sektor kawasan industri, perusahaan berencana memperluas lahan seluas 65 hektare melalui kemitraan strategis dan akuisisi, dengan potensi ekspansi total mencapai 660 hektare hingga tahun 2030.
Baca Juga: BPKH Dorong Penguatan Regulasi untuk Perkuat Ekonomi Syariah dan Pengelolaan Dana Haji
Pendapatan tambahan diharapkan berasal dari pengelolaan air dan limbah, pengembangan logistik, serta izin pengelolaan listrik berbasis energi baru terbarukan.
Di sektor konstruksi, Danareksa menugaskan Nindya Karya untuk memimpin proyek ekspansi kawasan industri, termasuk pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM), pematangan lahan, dan instalasi pengolahan air limbah (WWTP).
Perusahaan juga menargetkan partisipasi dalam proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp1,7 triliun, seperti pembangunan delapan menara ASN-Hankam di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga: Kapolres Grobogan Minta Maaf atas Tuduhan dan Interogasi Berlebihan terhadap Pencari Bekicot
Selain itu, di sektor jasa keuangan, Danareksa akan menyelesaikan restrukturisasi BUMN yang dikelola oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), mengoptimalkan Danareksa Finance dan Danareksa Capital sebagai lengan pembiayaan dan investasi, serta menggabungkan Danareksa Finance dengan PPA Finance untuk meningkatkan daya saing.
Di sektor media dan teknologi, perusahaan menargetkan peningkatan pendapatan hingga 75% dari bisnis pasar fisik komoditas, 46% dari bisnis resi gudang untuk mendukung UMKM, serta peningkatan implementasi proyek e-channel platform hingga 6.000 ATM.
Baca Juga: Pemprov DIY Uji Coba Sistem Satu Arah di Plengkung Gading untuk Pelestarian Cagar Budaya
Dalam industri perfilman, monetisasi film ditargetkan melonjak 158% dan monetisasi aset naik 78%.
Untuk memastikan keberhasilan strategi ini, Danareksa menerapkan tiga pilar utama: sinergi vertikal dengan meningkatkan investasi induk kepada anak usaha hingga 3,7 kali lipat guna mempercepat transformasi anggota holding; sinergi horizontal dengan mengimplementasikan proyek sinergis antaranggota holding yang meningkat 1,7 kali lipat untuk menciptakan nilai tambah; dan pusat layanan bersama (Shared Service Center atau SSC) yang diimplementasikan secara bertahap untuk meningkatkan efisiensi operasional.