IFA.id -- HIJUP telah lebih dari satu dekade hadir sebagai platform modest fashion bagi para hijabers Muslimah.
Di balik kesuksesan ini, ada sosok Diajeng Lestari, seorang wirausahawati asal Bekasi yang lahir pada 17 Januari 1986.
Lulusan Fakultas Ilmu Politik Universitas Indonesia ini memiliki visi untuk menjembatani desainer lokal dengan pasar global, memungkinkan Muslimah tetap tampil stylish tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat.
Ide besar HIJUP lahir dari pengalaman pribadi Diajeng yang kesulitan mencari hijab yang sesuai dengan kebutuhan sehari-harinya.
Baca Juga: Mad Bagel: Sukses Bisnis Roti Bagel di Tengah Pandemi Berkat E-commerce
Setelah menikah dengan Ahmad Zaky—pendiri startup ternama Indonesia—pada 2010, Diajeng mulai mendalami dunia bisnis.
Setahun kemudian, pada 2011, ia resmi mendirikan HIJUP, yang kala itu hanya dikelola oleh dua orang: dirinya sebagai direktur sekaligus office girl, dan sang suami yang menangani bidang IT.
Tak lama, dua karyawan lain bergabung untuk membantu mengembangkan platform ini.
Perjalanan HIJUP tak selalu mulus, namun kerja keras Diajeng membuahkan hasil. Startup ini berkembang pesat hingga mendapatkan pendanaan dari perusahaan investasi, yang digunakan untuk memperluas jangkauan bisnis dan memperkuat posisinya sebagai pelopor modest fashion di Indonesia.
Baca Juga: Perjalanan Holland Bakery: Dari Karang Bolong hingga 470 Gerai di Seluruh Indonesia
Kini, HIJUP menjadi salah satu e-commerce fesyen Muslim terbesar, membawa produk lokal ke kancah internasional.
Kesuksesan ini menjadi bukti bahwa dengan tekad dan inovasi, produk lokal dapat bersaing di pasar global.
Diajeng Lestari telah mengukir jejak sebagai pengusaha Muslimah inspiratif yang berhasil mengangkat modest fashion Indonesia ke tingkat dunia.