IFA.id -- Dr. Hj. B.R.A. Mooryati Soedibyo, pendiri Mustika Ratu dan salah satu tokoh penting dalam industri kecantikan Indonesia, mengembuskan napas terakhir pada Rabu (24/4/2024) dalam usia 96 tahun.
Lahir pada 5 Januari 1928, Mooryati merupakan cucu Susuhunan Pakubuwana X, Raja Surakarta, yang sejak kecil telah dididik dalam berbagai keterampilan keraton, termasuk seni tari, karawitan, membatik, hingga meramu jamu dan kosmetik tradisional.
Dibesarkan di lingkungan keraton, Mooryati terbiasa menggunakan bahan alami untuk perawatan tubuh.
Ia mencuci rambut dengan bubuk merang yang dibakar dan menggunakan air asam sebagai kondisioner.
Keahlian ini menjadi bekal penting dalam perjalanan bisnisnya di dunia kecantikan.
Pada 1973, ia memulai bisnis dari garasi rumahnya di Jalan Sawo, Menteng, Jakarta, dengan modal Rp 25.000.
Awalnya, ia meracik beras kencur untuk teman-temannya menggunakan peralatan sederhana bersama dua asisten rumah tangga.
Permintaan yang terus meningkat mendorongnya untuk lebih serius menekuni usaha jamu dan kosmetik tradisional.
Baca Juga: Kisah Rabbani: Dari Kios Sederhana hingga Brand Fashion Muslim Besar di Indonesia
Kesuksesan awalnya mempertemukan Mooryati dengan Martha Tilaar, seorang pengusaha kecantikan yang juga ingin mengembangkan produk berbasis rahasia kecantikan keraton.
Mereka kemudian berkolaborasi dan mendirikan PT Mustika Ratu pada 1975. Dalam kerja sama ini, Mooryati fokus pada produksi jamu dan kosmetik, sementara Martha mengelola aspek internal perusahaan.
Lima produk awal Mustika Ratu meliputi jamu perawatan wanita, pelangsing tubuh, jamu keputihan, kesepuhan, serta kosmetik tradisional lainnya.
Dengan strategi pemasaran yang kuat, produk-produk Mustika Ratu mulai merambah toko-toko dan salon kecantikan, hingga dalam waktu kurang dari lima tahun perusahaan mampu membeli mesin produksi canggih untuk memperluas kapasitasnya.