Baca Juga: Jilbrave: Dari Tenda Kecil hingga Menjadi Brand Busana Muslim Hits di Instagram
Keberhasilan Mustika Ratu tidak lepas dari konsep pemasaran yang tepat. Pada era 1970-an, perempuan Indonesia masih mencari identitas kecantikan, dan Mooryati menawarkan citra kecantikan putri keraton sebagai standar yang elegan dan alami.
Namun, pada 1977, kemitraannya dengan Martha Tilaar berakhir. Mooryati memilih menjalankan Mustika Ratu sendiri, sementara Martha membangun brand kosmetiknya sendiri yang kemudian juga menjadi pesaing utama Mustika Ratu.
Setelah perpisahan tersebut, Mooryati semakin agresif dalam mengembangkan bisnisnya.
Ia memperkuat struktur permodalan hingga akhirnya Mustika Ratu menjadi salah satu perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia dan berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia.
Baca Juga: Perjuangan Iksan Juhansyah: Dari Office Boy hingga CEO Dkriuk dengan 3.000 Outlet
Produk-produknya tersebar luas di dalam negeri dan merambah pasar internasional, bersaing ketat dengan produk Martha Tilaar.
Selama hampir 40 tahun memimpin, Mooryati membawa Mustika Ratu menjadi ikon kecantikan berbasis bahan alami dan warisan budaya Nusantara.
Menjelang masa tuanya, ia menyerahkan kepemimpinan bisnis kepada anak-anaknya, sementara dirinya lebih banyak berfokus pada kegiatan sosial dan budaya.
Kepergiannya pada 24 April 2024 meninggalkan warisan besar bagi industri kecantikan Indonesia, sekaligus mengukuhkan namanya sebagai salah satu pelopor kosmetik tradisional yang berhasil mengubah ramuan khas keraton menjadi bisnis berskala internasional.
Artikel Terkait
Pernah Jadi Asisten Rumah Tangga, Saiman dan Soedjirah Kini Jadi Pengusaha Sukses di Belanda
Berkat Anggota DPR Kawendra Lukistian, Jalan Rusak di Sumberbaru Jember Akhirnya Diperbaiki
Perjuangan Iksan Juhansyah: Dari Office Boy hingga CEO Dkriuk dengan 3.000 Outlet
Jilbrave: Dari Tenda Kecil hingga Menjadi Brand Busana Muslim Hits di Instagram
Kisah Rabbani: Dari Kios Sederhana hingga Brand Fashion Muslim Besar di Indonesia