ekonomi-bisnis

Lulusan ITS Memilih Jadi Petani Kentang dan Kembangkan Pertanian di Kampung Hingga ke Mancanegara

Selasa, 25 Februari 2025 | 22:56 WIB
Jainal Rabin Damanik, Petani Muda (foto/youtube)

IFA.id -- Di tengah anggapan bahwa lulusan perguruan tinggi harus bekerja di perusahaan besar atau menjadi pegawai kantoran, Jainal Rabin Damanik justru memilih jalan berbeda.

Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini kembali ke kampung halamannya untuk menjadi petani kentang dan mengembangkan sektor pertanian di daerahnya.

Dengan visi dan motivasi kuat, Jainal ingin memberdayakan petani agar memiliki daya tawar lebih tinggi dan bisa bertani dengan cara yang lebih efisien serta produktif.

Sebagai anak petani, Jainal sejak kecil telah melihat bagaimana orang tuanya berjuang mempertahankan pertanian dalam kondisi yang sulit.

Baca Juga: Basith Fasdiakto, Petani Muda yang Ubah Lahan Kosong di Bantul Jadi Pertanian Terpadu

Keadaan itu membuatnya berpikir bahwa petani harus memiliki akses terhadap teknologi dan strategi pertanian yang lebih modern agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Kesadaran ini semakin menguat saat ia menempuh pendidikan di Surabaya dan menyaksikan bagaimana petani dengan lahan kecil justru mampu meraih kesuksesan berkat pemanfaatan teknologi pertanian.

Jainal pun mulai menerapkan berbagai inovasi dalam pertanian, terutama dalam hal perbenihan.

Menurutnya, teknologi perbenihan yang baik dapat meningkatkan produktivitas hingga 60 persen.

Baca Juga: Sherwin Galingging: Petani Muda yang Sukses Berkat Inovasi dan Pemasaran Digital

Dengan penggunaan benih unggul dan praktik bertani yang lebih efektif, hasil panen petani bisa lebih melimpah dan bernilai tinggi di pasaran.

Upaya ini membuahkan hasil, terbukti dari kesuksesan keluarganya yang kini mampu mengakuisisi lebih dari tujuh hektare lahan dan membeli kendaraan dalam waktu lima tahun.

Keberhasilannya dalam bertani tidak hanya berhenti di lingkup keluarga. Jainal juga aktif membangun jaringan dan membentuk citra diri yang baik dalam dunia pertanian.

Ia memahami bahwa kepercayaan adalah hal utama dalam bisnis ini. Melalui pendekatan profesional dan inovatif, ia kini berhasil membawa pertanian di kampung halamannya berkembang hingga ke mancanegara, membuktikan bahwa pertanian modern bisa menjadi sektor yang menjanjikan bagi generasi muda.

Tags

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB