Kamis, 4 Juni 2026

Basith Fasdiakto, Petani Muda yang Ubah Lahan Kosong di Bantul Jadi Pertanian Terpadu

- Selasa, 25 Februari 2025 | 22:48 WIB
Basith Fasdiakto, pendiri Ino Farm (foto/youtube)
Basith Fasdiakto, pendiri Ino Farm (foto/youtube)

IFA.id -- Di tengah keterbatasan lahan produktif di daerah perkotaan, Basith Fasdiakto berhasil mengubah lahan kosong di Ngebel, Kasihan, Bantul, menjadi pusat pertanian terpadu yang inovatif.

Dengan mengusung konsep berkelanjutan, usaha yang ia dirikan, Ino Farm, menggabungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Inspirasi untuk membangun Innovam berawal dari riset pasar yang dilakukan Basith dan timnya.

Mereka melihat banyaknya lahan tidur di wilayah perkotaan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Sherwin Galingging: Petani Muda yang Sukses Berkat Inovasi dan Pemasaran Digital

Kendala utama dalam pengembangan usaha ini adalah permodalan, namun berkat kegigihan mereka dalam mencari dukungan, Ino Farm berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program kewirausahaan.

Sistem pertanian terpadu yang diterapkan Ino Farm memberikan banyak manfaat, termasuk produksi pupuk organik, pakan ternak, dan bahan pangan yang sehat.

Limbah dari peternakan ayam mereka, misalnya, diolah menjadi pupuk dengan bantuan magot, sementara sisa panen dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Dengan pendekatan ini, mereka tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menciptakan produk yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Santri Sukses Budidaya Jamur Merang, Produksi Ratusan Kilo Berkat Inovasi dan Ketekunan

Dalam memasarkan produknya, Ino Farm awalnya menggunakan metode penjualan langsung sebelum akhirnya membangun jaringan dengan mitra lokal.

Seiring pertumbuhan usahanya, mereka semakin fokus pada pengelolaan bisnis yang lebih terstruktur agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dengan visi menjadi perusahaan agroindustri yang memberdayakan masyarakat, Ino Farm terus mengedukasi petani dan menciptakan peluang ekonomi baru, membuktikan bahwa lahan kosong bisa menjadi sumber penghidupan yang menguntungkan dengan inovasi dan kerja keras.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shinta Sukmawati Khiran

Sumber: Youtube CapCapung

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ekonomi Syariah 5.0: Revolusi Halal di Era Digital

Kamis, 9 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terpopuler

X