IFA.id - Arus dana yang masuk ke pasar saham Amerika Serikat (AS) pada awal Juli 2025 mencatatkan angka tertinggi dalam delapan bulan terakhir.
Lonjakan investasi ini terjadi di tengah optimisme yang kuat terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan teknologi, meskipun volatilitas pasar tetap tinggi.
Menurut data terbaru, dalam sepekan hingga 2 Juli 2025, dana ekuitas AS mengalami arus masuk bersih sebesar $31,6 miliar, yang merupakan angka tertinggi sejak November 2024.
Baca Juga: Pemerintah Pertahankan Tarif Listrik PLN untuk Semua Golongan pada Triwulan III 2025
Secara global, total inflow dana ekuitas tercatat mencapai $43,15 miliar, menandakan tingginya minat investor terhadap pasar saham, terutama yang ada di AS.
Sektor-sektor yang menarik arus dana terbesar mencakup teknologi, industri, dan keuangan, dengan perhatian besar pada saham-saham yang berfokus pada AI dan infrastruktur digital.
Lonjakan arus dana ini didorong oleh ekspektasi pertumbuhan berkelanjutan di sektor AI dan teknologi, yang terus menarik perhatian para investor.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Tipis Rp2.000 per Gram pada 3 Juli 2025, Namun Imbal Hasil Masih Kompetitif
Beberapa saham seperti Nvidia dan Micron Technology mencatatkan kenaikan tajam setelah laporan keuangan yang positif dan proyeksi penjualan yang menjanjikan.
Investasi besar-besaran pada infrastruktur AI, seperti pembangunan data center dan pengembangan chip, menciptakan efek berantai ke berbagai subsektor, termasuk semikonduktor dan industri pendukung lainnya.
Tak hanya perusahaan teknologi, sektor keuangan dan industri juga mulai memanfaatkan AI untuk efisiensi operasional dan inovasi produk, yang memperluas dampak positif AI di pasar modal.
Namun, meskipun arus dana yang masuk sangat besar, volatilitas pasar tetap tinggi akibat ketidakpastian terkait tarif perdagangan AS yang belum terselesaikan dan ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah dan Asia.
Tenggat waktu 9 Juli 2025 untuk negosiasi tarif baru AS menjadi perhatian utama para pelaku pasar, dengan potensi reimposisi tarif 10–50% pada mitra dagang utama.
Jika tarif baru diberlakukan, hal ini bisa memicu fluktuasi tajam di pasar saham global.
Artikel Terkait
Kebijakan Tarif Baru AS: Trump Berlakukan Tarif 10% untuk 100 Negara, Trade Deal Dikejar Sebelum 9 Juli 2025