Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai faktor.
Edukasi dan literasi keuangan yang terus gencar dilakukan oleh BEI lewat 8.922 kegiatan edukasi sepanjang semester I 2025 menjadi faktor penting.
Selain itu, digitalisasi layanan, seperti pembukaan rekening saham secara daring, turut mempercepat penetrasi pasar modal, bahkan di hari libur.
Optimisme masyarakat juga berperan penting.
Meski pasar sempat tutup saat libur Idulfitri, lebih dari 38.000 investor baru tetap bergabung, menunjukkan kepercayaan yang besar terhadap pasar modal Indonesia.
Saat ini, lebih dari 60% investor adalah warga negara Indonesia, yang mengurangi ketergantungan pasar pada investor asing dan memperkuat ketahanan pasar modal domestik.
Investor ritel kini memberikan kontribusi lebih dari 42% dari rata-rata transaksi harian yang mencapai Rp13,2 triliun.
Dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar, ada peluang yang sangat besar untuk terus menambah jumlah investor di masa mendatang.
Pencapaian jumlah 17 juta investor ini menandakan keberhasilan strategi edukasi dan digitalisasi yang dijalankan oleh BEI.
Ke depannya, diharapkan ini dapat memperkuat pasar modal domestik, mendorong inklusivitas keuangan, dan menjaga stabilitas di tengah tantangan global.
BEI berkomitmen untuk menjaga momentum pertumbuhan ini dan terus memperluas akses investasi kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.